Rien Wartia Trigina secara resmi menyanggah tuduhan kekerasan terhadap karyawannya yang dilaporkan oleh seorang perempuan berinisial H ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu, 29 April 2026. Mantan istri Andre Taulany ini menegaskan bahwa dirinya memiliki bukti kuat untuk mematahkan laporan tersebut.
Penegasan tersebut disampaikan Erin setelah kabar dugaan perundungan fisik di kediaman pribadinya viral melalui unggahan akun @niadamanik7 di platform Threads. Dilansir dari Suara, Erin menyatakan keberatannya terhadap laporan yang diajukan oleh pihak penyalur tenaga kerja tersebut.
"Sangat membantah," kata perempuan yang hits dengan nama Erin Taulany dalam video yang hadir di akun @/lambe_turah pada Rabu, 29 April 2026.
Erin menjelaskan bahwa pihaknya telah mempelajari materi laporan yang dilayangkan kepadanya. Ia mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti untuk membela diri dalam proses hukum yang sedang berjalan.
"Saya sudah mengetahui apa yang dilaporkan oleh penyalurnya itu dan saya punya bukti-bukti semuanya," ujar Erin.
Karena merasa martabatnya dirugikan oleh tuduhan yang dianggap tidak berdasar tersebut, ibu tiga anak ini memutuskan untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut. Erin berencana menyeret pihak pelapor atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
"Jadi malam ini saya akan melaporkan balik atas pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada saya," tegas ibu tiga anak tersebut.
Menurutnya, klaim yang beredar di media sosial mengenai aksi pembantingan ponsel hingga penahanan upah karyawan tidak didukung oleh fakta yang jelas. Erin menilai narasi tersebut sengaja dibuat untuk menyudutkan posisinya di mata publik.
"Saya akan laporkan balik lah karena kan ini pencemaran nama baik," lanjut sosok yang sempat berkuliah di London ini.
Terakhir, Erin menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif selama masa penyelidikan berlangsung. Ia memercayakan penyelesaian perselisihan ini kepada mekanisme yang berlaku di kepolisian.
"Jadi biarkanlah semua proses ini dijalankan oleh kepolisian, pihak yang berwajib untuk prosedur semuanya," tambahnya lagi.
Sebelumnya, sebuah akun Threads menyebutkan bahwa terjadi aksi kekerasan berupa penarikan pakaian paksa dan intimidasi fisik terhadap pekerja di rumah Erin. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami laporan yang masuk dari pelapor berinisial H tersebut.