Erling Haaland Desak Manchester City Jadikan Kegagalan Liga Inggris Motivasi Bangkit

Erling Haaland Desak Manchester City Jadikan Kegagalan Liga Inggris Motivasi Bangkit

Kegagalan mempertahankan gelar juara Liga Inggris 2025/2026 membuat penyerang Manchester City, Erling Haaland, angkat bicara. Seperti dilansir dari Suara, bomber asal Norwegia tersebut mendesak rekan-rekan setimnya untuk mengubah kekecewaan menjadi bahan bakar utama demi merebut kembali takhta kompetisi pada musim mendatang.

Langkah Manchester City untuk bertengger di puncak klasemen dipastikan kandas setelah hanya mampu mengamankan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Bournemouth pada pekan ke-37, Selasa, 20 Mei 2026. Skor tersebut otomatis mengunci posisi Arsenal sebagai kampiun baru Liga Inggris musim ini.

Haaland menyatakan bahwa kegagalan dalam dua musim berturut-turut ini harus direspons dengan kemarahan yang positif oleh seluruh elemen klub demi memicu semangat pembuktian yang lebih besar.

"Setiap pertandingan di Premier League itu sulit, kami sudah mencoba, tapi itu belum cukup," kata Haaland.

"Seluruh klub harus menggunakan ini sebagai motivasi sekarang. Kami harus marah, kami harus merasakan api di dalam diri kami karena ini tidak cukup baik. Sudah dua tahun sekarang, rasanya seperti selamanya," imbuhnya.

"Kami akan melakukan segalanya, semua orang yang akan berada di sini musim depan, untuk memenangkan liga," lanjutnya.

Dalam jalannya laga kontra Bournemouth, skuad asuhan Pep Guardiola tersebut sempat tertinggal lebih dulu akibat gol yang dicetak oleh Junior Kroupi pada paruh pertama pertandingan. Manchester City baru bisa menyamakan kedudukan melalui aksi Haaland di masa cedera, yang sekaligus menjadi gol ke-27 miliknya di kompetisi domestik musim ini.

Kendati trofi liga domestik melayang, The Citizens setidaknya tidak menutup musim dengan tangan hampa karena mereka sukses mengamankan dua gelar lain, yakni Piala FA dan Piala Liga Inggris.

"Semuanya relatif, musim ini lebih baik daripada musim lalu. Saya merasa kami sebenarnya masih bisa mendorong lebih jauh lagi di liga, tapi sekarang semuanya sudah selesai," ujar Haaland.

"Kami memenangkan dua trofi, itu penting, tapi kami juga ingin Premier League," tambah penyerang asal Norwegia tersebut.

Faktor kelelahan akibat jadwal kompetisi yang padat disinyalir menjadi tantangan berat bagi performa tim. Manchester City tercatat harus melakoni laga melawan Bournemouth hanya berselang tiga hari setelah menguras energi melawan Chelsea dalam partai final Piala FA di Stadion Wembley.

"Tidak pernah mudah datang ke sini, apalagi setelah final melawan tim yang sangat bagus. Final selalu lebih emosional, selalu lebih sulit karena secara otomatis Anda mengeluarkan tenaga lebih," kata Haaland.

"Jadwalnya berat. Tidak ada alasan. Tapi memang tidak mudah datang ke Bournemouth setelah bermain di Wembley pada final Piala FA," tutupnya.

Artikel terkait