Penyerang andalan Manchester City, Erling Haaland, bersiap kehilangan sosok mentor seiring keputusan hengkangnya Pep Guardiola. Pesepak bola berkebangsaan Norwegia tersebut mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam terhadap sang manajer asal Spanyol.
Seperti dilansir dari Detik Sport, masa bakti Guardiola bersama The Citizens sebenarnya masih tersisa hingga 30 Juni 2027. Kendati demikian, mantan pelatih Barcelona tersebut telah membulatkan tekad untuk menyudahi kariernya di Etihad Stadium pada akhir musim ini.
Haaland sendiri tercatat mulai berseragam Manchester City sejak tahun 2022. Selama periode tersebut, ia telah menorehkan 198 penampilan di seluruh ajang kompetisi dengan sumbangan koleksi 162 gol.
Kolaborasi keduanya telah membuahkan delapan trofi bergengsi untuk lemari juara klub. Salah satu capaian paling monumental terjadi ketika mereka sukses merengkuh gelar treble winners pada musim 2022/2023 silam.
"Bakalan kangen 'kata-kata Pep' di atas lapangan,"kata Haaland seperti diunggah dalam media sosial X pribadinya, @ErlingHaaland, yang juga dikutip oleh As.
Pada kampanye musim ini, Haaland dan Guardiola masih sempat mempersembahkan dua tambahan piala untuk publik Manchester City. Mereka sukses mengamankan trofi juara di ajang Piala FA dan juga Piala Liga Inggris.
Dalam partai puncak Piala Liga Inggris musim ini, Manchester City mengandaskan perlawanan Arsenal lewat keunggulan 2-0. Sementara itu, pada laga final Piala FA, mereka menumbangkan Chelsea dengan hasil akhir 1-0.
Guardiola tercatat sudah 10 tahun lamanya mengarsiteki Manchester City. Ia melewati total 592 pertandingan dengan rekor mentereng berupa 416 kemenangan, 87 hasil imbang, serta mengalami 89 kali kekalahan. Durasi kepelatihan ini menjadi yang terlama dalam karier Guardiola bersama satu tim.