Cleveland Cavaliers Hadapi Tiga Evaluasi Jelang Gim Kedua Lawan Knicks

Cleveland Cavaliers Hadapi Tiga Evaluasi Jelang Gim Kedua Lawan Knicks

Cleveland Cavaliers dihadapkan pada tiga fokus evaluasi krusial menjelang pertandingan kedua Final Wilayah Timur Playoff NBA 2026 melawan New York Knicks pada Kamis waktu setempat. Pertandingan ini menjadi momentum penting setelah Cavaliers menelan kekalahan dramatis lewat babak overtime pada gim pertama akibat kebangkitan mengejutkan Knicks di kuarter keempat.

Dilansir dari nba.com, aspek utama yang menjadi perhatian adalah perubahan strategi pertahanan untuk meredam Jalen Brunson yang mendominasi James Harden pada gim sebelumnya. Data pelacakan menunjukkan bahwa Harden menjadi pembela penyaring dalam 24 situasi ball-screen untuk Brunson, dengan 20 di antaranya terjadi pada delapan menit terakhir kuarter keempat dan babak overtime.

Ketika momen tersebut terjadi, New York Knicks mencetak efisiensi tinggi sebesar 1,39 poin per peluang (32/23), termasuk catatan impresif 29 poin dari 18 peluang (1,61 per peluang) saat aksi ball-screen langsung menghasilkan tembakan, turnover, atau tembakan bebas. Strategi Cavaliers untuk melakukan pertahanan satu lawan satu tidak berjalan efektif, sementara menempatkan dua pemain pada bola justru membuka ruang tembak bagi pemain Knicks lainnya.

Faktor kedua yang menjadi sorotan adalah kehadiran Landry Shamet di lapangan yang menggantikan peran Josh Hart bagi Knicks. Saat kelima starter Cavaliers berada di lapangan, termasuk Dean Wade dan Evan Mobley, Knicks hanya mencetak 28 poin dari 35 penguasaan bola ofensif (0,80 per peluang).

Namun, situasi berubah drastis ketika Shamet bermain bersama empat starter Knicks lainnya, di mana tim asuhan Tom Thibodeau tersebut mampu mengemas 44 poin dari 25 penguasaan bola ofensif atau mencapai 1,76 per peluang. Kehadiran Shamet di perimeter membuat barisan pemain bertahan besar Cavaliers tidak bisa hanya bertahan di dalam area cat untuk melindungi ring basket.

Catatan ketiga berfokus pada efektivitas tembakan, di mana Cavaliers sebenarnya mendapatkan peluang tembakan yang lebih baik daripada Knicks sepanjang gim pertama. Cleveland Cavaliers mencatatkan persentase efektif tembakan lapangan terprediksi sebesar 54,9 persen, meskipun realisasinya hanya mencapai 48,9 persen.

Sebaliknya, New York Knicks memiliki persentase efektif tembakan lapangan terprediksi sebesar 50,8 persen yang merupakan angka terburuk mereka di babak playoff, tetapi realisasi di lapangan justru mencapai 53,4 persen. Cavaliers tercatat melepaskan 16 tembakan dari sudut lapangan yang menjadi catatan tertinggi mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi