Chris Evert Kritik Kegagalan Aryna Sabalenka di Prancis Terbuka 2026

Chris Evert Kritik Kegagalan Aryna Sabalenka di Prancis Terbuka 2026

Legenda tenis Amerika Serikat Chris Evert mengkritik keras performa petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka yang dinilai keras kepala saat tersingkir secara mengejutkan dari turnamen Prancis Terbuka 2026 pada Rabu, 3 Juni 2026.

Petenis asal Belarusia tersebut mengalami penurunan performa drastis setelah sempat unggul satu set dan dua kali break sebelum akhirnya kalah dengan skor 6-4, 5-7, 0-6 dari unggulan ke-25 asal Rusia, Diana Shnaider.

Kekalahan di babak perempat final Roland Garros ini membuat Sabalenka gagal memanfaatkan bagan turnamen yang terbuka lebar, di mana pemenang laga ini dijadwalkan menghadapi petenis kualifikasi Maja Chwalińska di semifinal, sebelum berpotensi bertemu Marta Kostyuk atau Mirra Andreeva di final.

Kondisi angin kencang yang muncul tiba-tiba di Paris kembali merusak permainan agresif Sabalenka, mengulangi kehancuran performa yang sama seperti pada laga final turnamen ini di tahun 2025.

Chris Evert yang menjadi komentator siaran langsung untuk TNT Sports menyatakan keterkejutannya atas hasil pertandingan tersebut.

"I cannot believe what I just saw. Diana Shnaider coming back, it looked like she was going to lose that match, but she just hung in there," kata Chris Evert, Mantan Pemain Tenis.

Evert menambahkan bahwa impian Sabalenka untuk menjuarai Prancis Terbuka harus tertunda lagi akibat kegagalannya mengantisipasi situasi di lapangan.

"Aryna’s dream will have to wait another year to try and win the French Open. She just did not have her timing today and did not react to the wind well at all. She was flat-footed, off balance, and she just did not have a good day," ujar Chris Evert, Mantan Pemain Tenis.

Mantan petenis nomor satu dunia itu kemudian menegaskan kembali rasa tidak percayanya setelah melihat jalannya pertandingan yang dianggapnya sangat aneh.

"I am in shock. It was one of the strangest matches I have ever seen. Where a number one player in the world can be up pretty comfortably and then her timing went off, and she was not adjusting to the wind," ucap Chris Evert, Mantan Pemain Tenis.

Evert mempertanyakan ketidakmampuan Sabalenka dalam menyesuaikan gaya bermain agresifnya dengan kondisi angin, tidak seperti para pemain top dunia pada umumnya.

"Does she not know how to play in the wind? Most top players know how to make those adjustments and are a bit more flexible, but she kept aiming for the lines, which I didn’t think was very smart," tutur Chris Evert, Mantan Pemain Tenis.

Evert juga memuji ketangguhan Shnaider yang terus menekan dengan pukulan forehand agresif sejak tertinggal 4-1 di set kedua hingga akhirnya memenangkan pertandingan.

"Then at 4-1 Diana started hitting those forehands down the lines, and she just went for broke. She thought she was out of the match, and had nothing to lose. She went for forehands down the line and just kept up the pace and never let up. It was an unbelievable match; she is here to stay," jelas Chris Evert, Mantan Pemain Tenis.

Artikel terkait

Rekomendasi