Mantan pelatih AC Milan Fabio Capello melayangkan kritik keras terhadap Rafael Leao yang secara terbuka menyatakan keinginan meninggalkan klub Italia tersebut pada bursa transfer musim panas 2026 setelah melewati musim yang mengecewakan.
Kecaman tersebut muncul usai penyerang sayap asal Portugal itu menyampaikan niatnya untuk mencari tantangan baru di liga lain saat membela tim nasionalnya sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia.
Langkah terbuka Leao memicu ketegangan internal di Rossoneri, terlebih setelah klub finis di peringkat kelima klasemen Serie A dan gagal lolos ke Liga Champions.
"I telah memberikan segalanya; saya ingin tantangan baru di liga lain," kata Rafael Leao, Penyerang Sayap AC Milan.
Pernyataan tersebut kemudian dipertegas kembali oleh sang pemain dalam sebuah wawancara terpisah mengenai masa depannya.
"Saya bangga telah membuat sejarah di AC Milan, tapi saya ingin babak baru. Saya merasa siap bermain di liga lain. Saya telah memberikan yang terbaik untuk Milan, tapi sudah waktunya mencoba tantangan berbeda," ujar Rafael Leao, Penyerang Sayap AC Milan.
Sikap agresif pemain berusia 26 tahun itu memicu respons negatif dari Fabio Capello yang menilai sang penyerang tidak menunjukkan kedewasaan.
"Dia jelas pemain berbakat, yang mampu membangkitkan antusiasme penggemar dan membuat mereka jatuh cinta padanya selama dua atau tiga tahun terakhir. Namun, Leao tidak pernah benar-benar dewasa. Menurut saya, dia lebih memikirkan hal-hal lain daripada sepak bola, sederhananya, dia tidak terlalu fokus di lapangan," tutur Fabio Capello, Mantan Pelatih AC Milan.
Melihat performa Leao yang merosot dengan hanya mencetak 10 gol dari 31 pertandingan musim ini, Capello menyarankan manajemen baru AC Milan untuk segera menjualnya.
"What should Milan do? It is very simple. I would look for a team that will sign him immediately. Especially since in the last two years, he is no longer the Leao we remember, the Leao who took Milan to the title," cetus Fabio Capello, Mantan Pelatih AC Milan.
Lebih lanjut, Capello menilai pemain Portugal itu telah kehilangan kecepatan serta kontribusi krusialnya, baik saat ditempatkan di posisi tengah maupun sayap kiri.
"He has lost his speed, the desire to grow. His new position as a center forward might also be a hybrid position that does not help him. But even when he was moved to the left wing, he no longer had the speed he used to have," tambah Fabio Capello, Mantan Pelatih AC Milan.
Penurunan performa di San Siro tersebut juga disebut Capello tidak lepas dari gangguan rumor transfer yang memengaruhi fokus sang pemain.
"He used to be unstoppable, now he can no longer decide match results. And then there are rumors that he wants to leave. It is clear that someone is whispering something in his ear, regarding the interest of other teams, so he is looking for an opportunity to leave," pungkas Fabio Capello, Mantan Pelatih AC Milan.
Di tengah situasi ini, dilansir dari La Gazzetta dello Sport, Galatasaray muncul sebagai peminat utama yang siap membayar gaji Leao sebesar 10 juta euro per musim ditambah bonus, naik signifikan dari gajinya di Milan sebesar 5,5 juta euro.
Selain klub Turki tersebut, perantara dilaporkan telah menawarkan Leao ke Arsenal dengan harga sekitar 50 juta euro, di mana media The Times melaporkan Arsenal kini berpeluang emas mengamankan jasanya karena sedang memprioritaskan perekrutan winger baru.