Menteri Kebudayaan Fadli Zon menetapkan target besar bagi industri sinema tanah air untuk meraih status Country of Honor dalam Festival Film Cannes 2028. Langkah strategis ini dirancang guna membuka jalan bagi sineas nasional di panggung global.
Dikutip dari Medcom, pemerintah mengusung tiga pilar kebijakan utama untuk merealisasikan target tersebut. Strategi ini mencakup perluasan distribusi global, penyediaan insentif kompetitif, hingga optimalisasi pemanfaatan Dana Indonesia Raya.
Fadli Zon menegaskan bahwa pencapaian status tersebut memiliki nilai penting yang lebih luas bagi sektor kreatif nasional.
"Ini bukan sekadar masalah gengsi, melainkan upaya menciptakan panggung internasional yang lebih luas bagi perfilman, kebudayaan, dan talenta kreatif Indonesia," kata Fadli Zon, dikutip dari Variety, pada Senin, 18 Mei 2026.
Kementerian Kebudayaan kini memprioritaskan perluasan jangkauan distribusi internasional serta peningkatan kapasitas ekspor karya. Selain itu, akses terhadap festival internasional bagi para sineas di berbagai daerah juga mulai dibuka lebar.
Pemerintah juga berfokus membangun struktur insentif yang jauh lebih kompetitif bagi pelaku industri. Saat ini, skema internasional sedang dipelajari demi memastikan dampak ekonomi yang nyata sekaligus pengembangan talenta lokal.
Kemitraan antara sineas domestik dan pelaku industri global turut diperkuat melalui penyediaan dana pendamping. Skema pembiayaan bersama atau ko-produksi menjadi instrumen utama dalam memperkokoh kolaborasi internasional ini.
Dana Indonesia Raya dan Inkubasi Sineas Muda
Dana Indonesia Raya dioptimalkan secara aktif untuk menyokong mobilitas internasional, bantuan produksi, dan partisipasi festival. Langkah konkret penyiapan bakat ini sudah mulai berjalan dalam Festival Film Cannes 2026.
Delegasi Indonesia dalam festival tahun ini dipimpin oleh Next Step Studio Indonesia. Inisiatif tersebut berfokus pada inkubasi bakat serta ko-produksi yang melibatkan sineas muda tanah air.
Program inkubasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan, Pemprov DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, dan Institut Français Indonesia. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari komitmen budaya bilateral yang disepakati dalam Deklarasi Borobudur.
Kerja sama kebudayaan ini sekaligus meneruskan momentum diplomasi yang terjalin sebelumnya. Pada tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron telah menegaskan komitmen perluasan hubungan budaya kedua negara.
Perluasan Jaringan di Pasar Internasional
Penguatan ekosistem ko-produksi Eropa ditopang lewat program Indonesia-France Film Lab serta kemitraan institusional bersama La Fémis dan CNC. Di samping Prancis, Belanda juga dibidik sebagai mitra strategis dalam aspek pertukaran talenta dan pendidikan sinema.
Sejumlah sineas dan produser asal Indonesia terlibat aktif dalam berbagai platform industri utama di Cannes tahun ini. Platform tersebut meliputi Cannes Docs, Producer’s Network, SFC Rendezvous Industry, serta program SamaSama Lab.
Keterlibatan para profesional perfilman tanah air ini juga merambah hingga ajang Critics’ Week dan Annecy Animation Film Festival. Partisipasi ini memperkuat posisi tawar sektor sinema Indonesia di mata dunia.
Sebagai ruang interaksi langsung, acara Indonesian Cinema Night telah diselenggarakan pada 14 Mei 2026. Agenda khusus ini mempertemukan sutradara, produser, dan lembaga film nasional dengan investor global, kurator festival, serta mitra industri.