Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, fokus mematangkan adaptasi mengantisipasi kondisi arena yang berangin menjelang turnamen Singapore Open 2026 di Singapore Indoor Stadium. Antisipasi tersebut dilakukan melalui penyesuaian metode latihan di Jakarta menggunakan jenis kok yang melaju kencang.
Langkah ini diambil oleh Fajar/Fikri sebagai bagian dari persiapan intensif mereka setelah sengaja melewatkan turnamen Thailand Masters 2026 dan Malaysia Masters 2026 akibat keterbatasan waktu persiapan. Fokus utama pasangan ini dialihkan sepenuhnya pada dua turnamen besar beruntun di Singapura dan Jakarta.
Kondisi spesifik di arena pertandingan menjadi perhatian utama bagi pasangan ganda putra tersebut demi meraih hasil maksimal.
"Ya, di Singapore khususnya, kami sudah mempersiapkan diri. Di sana kondisi lapangan cukup berangin juga, jadi kami juga di sini sudah mempersiapkan dengan shuttlecock yang lumayan kencang ya, karena berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya," kata Fajar, dilansir Antara pada Rabu (20/5).
Proses adaptasi strategi dan teknis porsi latihan terus diselaraskan dengan gambaran situasi nyata di lokasi pertandingan mendatang.
"Kami sudah mengikuti, menyesuaikan latihan di sini dengan kondisi lapangan dan shuttlecock di sana. Dan, ya semoga, draw-nya juga sudah keluar semoga hasilnya bisa lebih baik, sih," tanggap Fikri.
Selain fokus pada aspek teknis lapangan, Fajar/Fikri berupaya melupakan hasil minor pada ajang beregu Piala Thomas 2026 sebelumnya, di mana tim putra Indonesia mencatatkan sejarah kelam untuk pertama kalinya gagal lolos dari babak penyisihan grup.
Evaluasi menyeluruh telah dilakukan demi mengembalikan performa terbaik, sekaligus menjaga motivasi demi target pribadi masing-masing pemain.
"Ya, semoga tidak (mempengaruhi) ya, karena kami juga mempunyai target-target pribadi untuk ke depannya yang mungkin tidak kalah penting ya untuk karier kami pribadi. Jadi semoga dengan hasil Thomas Cup kemarin itu tidak mempengaruhi apa pun buat kami berdua," ungkap Fajar.
Keputusan melewatkan dua turnamen di Thailand dan Malaysia sengaja diambil agar performa mereka tidak merosot saat tampil di hadapan publik sendiri pada ajang Indonesia Open 2026.
Sebagai gantinya, pasangan ganda putra ini merencanakan pengalihan jadwal turnamen ke ajang Australia Masters.
"Kami tidak mau di Indonesia (Open) sebagai negara ketiga apa keempat, jadi kami memang fokuskan untuk turnamen Singapura Open yang kami wajib ikut karena committed player kan, dan Indonesia Open. Dan kami mencoba mengganti turnamen Malaysia Masters jadi ke Australia (Masters)," demikian Fajar.