FAM Rombak Regulasi Organisasi Usai Audit AFC Ungkap Kelemahan

FAM Rombak Regulasi Organisasi Usai Audit AFC Ungkap Kelemahan

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyetujui perombakan struktur regulasi secara besar-besaran pada Rabu (4/6/2026) setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menemukan kelemahan sistemik dalam tata kelola organisasi tersebut. Perubahan ini disepakati menyusul sanksi pembatalan kemenangan akibat dugaan manipulasi dokumen pemain naturalisasi, dilansir dari Lifestyle.

Laporan audit AFC mengungkapkan bahwa FAM mendapatkan nilai kurang dari dua dari lima pada mayoritas aspek utama, meliputi tata kelola organisasi, aspek hukum, keuangan, hingga pengembangan sepak bola. Berdasarkan tinjauan tersebut, seluruh 18 afiliasi FAM secara bulat menyetujui 94 amendemen statuta yang diusulkan, termasuk penghapusan jabatan wakil presiden serta restrukturisasi komite eksekutif.

Kelemahan tata kelola ini dinilai meluas ke seluruh bagian organisasi oleh pihak konfederasi asia. Perwakilan AFC menjelaskan bahwa asosiasi sepak bola tersebut bahkan telah menjalankan kegiatan operasional tanpa adanya persetujuan anggaran resmi sejak tahun 2016, padahal hal itu bersifat wajib.

"Saya pikir nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa Anda masih berada pada tingkat pra-menengah dalam hal organisasi," ujar Vahid Kardany, Wakil Sekretaris Jenderal AFC.

Sanksi pembatalan kemenangan Malaysia atas Nepal dan Vietnam pada babak kualifikasi Piala Asia telah dijatuhkan oleh AFC sejak Maret lalu. Langkah itu diambil setelah adanya investigasi terkait penurunan tujuh pemain naturalisasi yang diduga menggunakan dokumen yang dimanipulasi.

Terkait status dari tujuh pemain yang menjadi sorotan tersebut, pihak asosiasi saat ini masih enggan memberikan komentar lebih lanjut kepada publik. Mantan Presiden FAM Hamidin Amin menyatakan bahwa pembahasan mengenai persoalan tersebut baru akan dilakukan setelah asosiasi merampungkan pemilihan kepengurusan baru pada September mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi