FC Aarau gagal mengamankan tiket promosi langsung ke kompetisi tertinggi Swiss setelah ditahan imbang 2-2 oleh Yverdon Sport pada pertandingan terakhir Challenge League yang membuat FC Vaduz merebut posisi puncak klasemen.
Hasil imbang tersebut memaksa FC Aarau berada di peringkat kedua dan harus menjalani babak playoff promosi melawan Grasshopper Club Zürich yang finis di posisi kesebelas Super League setelah mengalahkan Winterthur dengan skor 3-2.
Kekecewaan mendalam menyelimuti kubu FC Aarau karena mereka sempat unggul dua gol terlebih dahulu sebelum Yverdon Sport memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum dan memaksakan hasil imbang di babak kedua.
"Es ist so enttäuschend, wie man es sich nur vorstellen kann. Wir führen 2:0 und sind gut im Spiel drin. Das in dieser Situation noch aus der Hand zu geben, ist unglaublich bitter. Es ist gut, dass die Barrage vor der Tür steht, dann kann man sich möglichst schnell darauf fokussieren." kata Serge Müller, bek FC Aarau sebagaimana dilansir dari bluewin.ch.
Jadwal pertandingan playoff kini mengalami perubahan karena adanya persiapan konser grup musik Metallica di Stadion Letzigrund yang menjadi markas Grasshopper Club Zürich pada 27 Mei mendatang.
"Es ist unverständlich, dass die Spielansetzung jetzt ein Nachteil für den Challenge-Ligist ist, dass wir jetzt eine kurze Erholungszeit haben. Aber das gilt es jetzt zu akzeptieren und wir können das nicht beeinflussen." ujar Serge Müller menambahkan kekecewaannya terhadap jadwal yang dinilai merugikan timnya.
Perubahan ini membuat laga leg pertama harus digelar lebih awal pada Senin malam di Stadion Brügglifeld sedangkan laga penentu akan berlangsung pada Kamis malam.
"Es ist natürlich sehr frustrierend. Aber die Fans haben versucht, uns wieder aufzurichten. Wir haben in der Barrage gegen GC eine zweite Chance. Unser klares Ziel ist es, aufzusteigen. Das haben wir heute nicht geschafft und das ist extrem bitter, aber wir müssen es akzeptieren." tutur Marco Thaler, kapten FC Aarau.
Direktur Olahraga FC Aarau juga menyuarakan protes keras terkait situasi jadwal tersebut yang dinilai menguntungkan pihak lawan karena memiliki waktu istirahat dan persiapan skuad yang lebih fleksibel.
"Es ist klar, dass es unfair ist." tegas Elsad Zverotic, Direktur Olahraga FC Aarau.
Kondisi ini memicu memori kelam bagi FC Aarau yang pada musim sebelumnya juga kalah dari lawan yang sama di babak playoff serta memiliki rekam jejak kegagalan promosi pada momen-momen krusial di musim-musim terdahulu.