FC St Gallen berhasil merengkuh trofi Schweizer Cup ke-101 setelah menumbangkan tim dari divisi bawah, Stade Lausanne-Ouchy, dengan skor telak 3-0 dalam partai final yang berlangsung di Stadion Wankdorf, Bern, pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kemenangan telak ini menjadi gelar juara pertama bagi FC St Gallen dalam 26 tahun terakhir, sekaligus menandai trofi Piala Swiss kedua sepanjang 147 tahun sejarah klub berdiri. Gelar ini disambut meriah oleh 30.671 penonton yang memadati stadion, memutus penantian panjang sejak mereka terakhir kali menjuarai Liga Swiss pada tahun 2000.
Pertandingan sempat berjalan sengit ketika penjaga gawang FC St Gallen, Lukas Watkowiak, menerima kartu merah langsung dari wasit Luca Cibelli sesaat sebelum turun minum. Watkowiak diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap penyerang Stade Lausanne-Ouchy, Vasco Tritten, akibat kecerobohannya dalam menguasai bola hasil umpan lambung ke belakang.
Meski unggul jumlah pemain pada awal babak kedua dan sempat mengancam lewat aksi Bastien Conus, Stade Lausanne-Ouchy gagal memanfaatkan situasi karena rapuhnya lini pertahanan mereka. FC St Gallen justru mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-60 melalui eksekusi penalti sang kapten, Lukas Görtler, setelah Aliou Baldé dilanggar oleh Breston Malula di kotak terlarang.
Pemain pengganti Christian Witzig kemudian memantapkan kemenangan FC St Gallen menjadi 3-0 melalui gol indahnya di masa injury time lewat sentuhan pertama setelah memasuki lapangan. Di sisi lain, Stade Lausanne-Ouchy membuang sejumlah peluang emas akibat penyelesaian akhir yang terburu-buru dari penyerang sayap mereka, Landry Nomel.
Keberhasilan FC St Gallen menjuarai Schweizer Cup ini juga membawa dampak positif bagi FC Sion yang berhak melaju ke kualifikasi Conference League. Sementara itu, FC St Gallen sendiri dipastikan mengamankan tiket kualifikasi untuk kompetisi yang setingkat lebih tinggi, yaitu Europa League.