Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan Declan Rice yang memilih bergabung dengan Arsenal pada bursa transfer musim panas 2023 lalu. Fernandes meyakini bahwa gelandang internasional Inggris tersebut merupakan profil pemain yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat lini tengah Setan Merah.
Kekaguman Fernandes terhadap Rice bermula saat keduanya menjalani sesi latihan bersama di Algarve, Portugal, menjelang musim kompetisi 2023 dimulai. Melansir laporan Mediakompeten, hubungan tersebut berlanjut melalui komunikasi intens lewat pesan singkat meskipun Rice akhirnya pindah ke Arsenal dengan nilai transfer 105 juta poundsterling dari West Ham United.
Gelandang asal Portugal tersebut menilai Rice memiliki kualitas kepribadian dan profesionalisme yang luar biasa di luar kemampuan teknisnya di lapangan. Fernandes menganggap sang pemain sebagai kepingan puzzle yang sempurna bagi skuat asuhan Erik ten Hag saat itu.
"Pertama-tama saya mengaguminya sebagai pribadi, karena saya sudah mengenalnya sejak berlatih bareng di Algarve," ujar Fernandes sebagaimana dikutip dari Standard.
Penilaian tersebut didasari oleh pengamatan Fernandes terhadap performa Rice sejak masih membela West Ham United sebelum sang pemain menjadi komoditas panas di bursa transfer. Fernandes secara terbuka mengakui kualitas yang dimiliki rekan sejawatnya itu.
"Saya sudah mengenalnya sejak di West Ham dan kami tahu dia pemain berkualitas," sambung Fernandes.
Meski Manchester United sempat dikaitkan dengan perburuan tanda tangan Rice, sang pemain lebih memilih untuk tetap berada di London. Keputusan ini meninggalkan rasa penyesalan bagi Fernandes yang sangat menginginkan kehadiran Rice di Old Trafford.
"Saya selalu bilang Rice cocok untuk Manchester United dan saya sedih sekali ketika dia memilih Arsenal," kata Fernandes sebagaimana dilansir Goal.
Fernandes menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti mengenai detail proses negosiasi atau peluang riil yang dimiliki klubnya untuk mengamankan jasa Rice pada periode tersebut. Namun, keyakinannya terhadap kecocokan Rice dengan karakter klub tetap kuat.
"Saya tidak tahu apakah saat itu ada peluang untuknya gabung Manchester United, tapi saya selalu berpikir bahwa dia akan cocok untuk klub kami," ujar Fernandes.
Aspek profesionalisme menjadi sorotan utama Fernandes ketika berbicara mengenai sosok Rice sebagai seorang atlet. Hal ini ia rasakan langsung selama interaksi pribadi yang mereka bangun di sela-sela jadwal kompetisi.
"Tidak cuma sebagai pemain, tapi juga sebagai pribadi, dia profesional sekali. Dia menunjukkan itu kepada saya. Dan juga kepribadiannya," ujar Fernandes.
Dalam wawancara di kanal YouTube JoelBeyaTV, Fernandes kembali menegaskan rasa kagumnya terhadap karakter Rice yang dinilai sangat positif sejak pertemuan mereka di Algarve. Ia menekankan bahwa kualitas pribadi tersebut melengkapi kemampuan teknisnya yang mumpuni.
"Sejujurnya, saya sangat mengaguminya, pertama sebagai pribadi, karena saya mengenalnya dari Algarve saat kami berlatih bersama dan lainnya," ujar Fernandes seperti dikutip Liputan6.
Fernandes memahami bahwa Rice kini memiliki peran dan gaya main yang berbeda di bawah arahan Mikel Arteta di Arsenal. Meskipun merasa kehilangan peluang bermain bersama, ia tetap memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Rice musim ini.
"Jelas, saya sudah mengenalnya dari West Ham dan kami semua tahu kualitas yang dia miliki dan saya selalu mengatakan bahwa saya pikir Rice adalah pemain yang cocok untuk Manchester United," lanjut Fernandes.
Penyesalan Fernandes tersebut didasari pada keyakinan bahwa Rice adalah sosok sempurna yang dibutuhkan klub untuk mengisi pos gelandang bertahan. Kegagalan transfer itu dianggapnya sebagai kerugian besar bagi stabilitas lini tengah tim.
"Saya benar-benar sedih ketika dia memilih pergi ke Arsenal, saya tidak tahu apakah ada kesempatan untuk datang ke Manchester United, tetapi saya selalu berpikir bahwa dia akan menjadi sosok yang sempurna untuk klub kami," kata Fernandes.
Fernandes mengapresiasi bagaimana Rice menunjukkan jati dirinya sebagai pemain profesional kelas atas di Liga Inggris. Menurutnya, Rice tetap menjadi salah satu individu yang paling menonjol di kompetisi domestik meskipun bermain dalam sistem taktik yang berbeda.
"Bukan hanya karena pemainnya, tetapi juga karena pribadinya, profesionalismenya, dia menunjukkan kepada saya siapa dirinya," tambah Fernandes.
Menutup pernyataannya, Fernandes menekankan bahwa perbedaan gaya bermain antara Arsenal dan Manchester United tidak menghalangi pengakuannya terhadap performa impresif Rice. Ia melihat sang pemain mampu beradaptasi dengan sangat baik di posisi barunya.
"Apa yang dia lakukan musim ini berada di posisi yang berbeda, dengan gaya bermain yang berbeda. Cara Arsenal bermain berbeda dengan cara kami bermain, jadi kami tidak bisa membandingkan pemain," pungkas Fernandes.
Saat ini, Bruno Fernandes baru saja menerima penghargaan Pemain Terbaik Tahun Ini versi FWA setelah mencetak 19 assist musim ini. Sementara itu, Declan Rice sedang bersiap membawa Arsenal melakoni laga krusial melawan Burnley demi ambisi gelar juara Liga Inggris 2026.