Festival Pesta Bebas Berselancar 2026 Hadirkan 24 Musisi di Bogor

Festival Pesta Bebas Berselancar 2026 Hadirkan 24 Musisi di Bogor

Festival tahunan Pesta Bebas Berselancar (PBB) dijadwalkan kembali menyapa para pencinta musik pada 20 dan 21 Juni 2026. Perhelatan berskala besar ini akan dipusatkan di Gelora Pakansari, Bogor, dengan membawa semangat kebersamaan melalui tema "Selamat Datang Kembali".

Dilansir dari Detik Hot, penyelenggara mengusung narasi untuk mengajak publik pulang ke panggung musik dan ruang interaksi yang sempat dirindukan. Acara ini juga menjadi momentum spesial bagi sejumlah musisi yang menyiapkan penampilan kolaboratif maupun pertunjukan perdana pasca-hiatus.

PBB 2026 menonjolkan beberapa pertunjukan istimewa, salah satunya adalah Senandung Penghujung Senja yang mempertemukan Parade Hujan, Danilla, serta Endah n Rhesa dalam satu panggung. Selain itu, The Panturas akan membawakan Set Jepun bersama Tarawangsa Wellas, sebuah konsep yang sebelumnya mereka tampilkan di Jepang.

Sorotan utama lainnya tertuju pada grup rock Seringai yang menandai kembalinya mereka ke panggung festival musik setelah sempat menjalani masa hiatus. Dari lini independen, terdapat kolaborasi lintas kota antara Skandal x Swellow yang menggabungkan energi musik dari Yogyakarta dengan pahlawan lokal asal Bogor.

Jadwal Lineup Day 1 dan Day 2

Pihak penyelenggara telah mengonfirmasi sebanyak 24 delegasi musik yang siap mengisi panggung selama dua hari pelaksanaan. Berikut adalah daftar lengkap penampil yang akan memeriahkan Gelora Pakansari:

Hari Pertama: Sabtu, 20 Juni 2026

Penampilan pada hari pembuka akan diisi oleh jajaran musisi papan atas dengan karakter musik yang beragam. Berikut daftarnya:

  • Tulus
  • Senandung Penghujung Senja (Parade Hujan, Danilla Riyadi, Endah n Rhesa)
  • Perunggu
  • Nadin Amizah
  • DNA
  • Selamat Datang Kembali: Seringai
  • The Panturas Set Jepun
  • Pee Wee Gaskins
  • Silampukau
  • White Swan
  • Alkateri
  • Polka Wars bersama Alahad

Hari Kedua: Minggu, 21 Juni 2026

Pada hari kedua, panggung akan semakin meriah dengan kehadiran musisi lintas genre, mulai dari indie rock hingga musik pop melayu. Berikut daftarnya:

  • Hindia
  • .Feast
  • Reality Club
  • The Adams
  • Ayu Ting Ting
  • Sal Priadi
  • FSTVLST
  • Kelompok Penerbang Roket
  • Skandal x Swellow
  • Sukses Lancar Rejeki
  • Biru Baru
  • The Kuda

Dukungan Ekosistem dan Dampak Ekonomi

CEO Memorise Fun Club, Aditya Muhammad, menekankan bahwa konsistensi acara ini merupakan buah dari kerja sama berbagai elemen dalam ekosistem musik. Hal tersebut mencakup peran talenta, pemangku kepentingan, hingga instansi terkait di wilayah Bogor.

"Ini semua lahir dari ekosistem yang kita jaga bersama, ini bukan hanya karena ada Memorise Fun Club atau PBB doang, disini semua terlibat ekosistem mulai dari talent, stakeholder yang lain, bahkan sampe instansi terlibat tuh semua mewujudkan ini semua untuk menjadi konsisten. kita selalu berharap kedepannya sama-sama kita saling jaga acara ini, sama-sama kita saling jaga perhelatan ini supaya kita punya tempat untuk selalu berkumpul paling nggak satu tahun sekali itu ada tempat berkumpulnya," kata Aditya Muhammad.

Dharmawan Yogaswara S.H. selaku Kabid Pemparekraf menambahkan bahwa festival ini memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal, terutama di sekitar kawasan Stadion Pakansari. Pemerintah daerah setempat menyatakan dukungannya penuh terhadap keberlangsungan acara tersebut.

"Pertumbuhan ekonomi di sekitar Stadion Pakansari ini bertambah berkat adanya PBB, pemerintah Bogor sangat support sekali dengan adanya acara ini," terang Dharmawan Yogaswara S.H.

Managing Director Goers, Ferdinand Octavilano, menilai profesionalisme dan konsistensi menjadi nilai tawar utama yang membedakan PBB dengan festival musik lainnya. Di sisi lain, Erwin Wijaya dari Nexpro berharap pagelaran tahun ini mampu menciptakan pengalaman yang membekas bagi para pengunjung.

"Mudah-mudahan di tahun ini kita bisa ngasih pagelaran yang tidak terlupakan, dan harapannya tahun depan bisa lanjut lagi," jelas Erwin Wijaya.

Sebagai penutup, Aditya Muhammad mengajak seluruh pihak terkait untuk terus merawat ekosistem kreatif ini secara mandiri dan berkelanjutan.

"Ayo kita kembangkan, kita jaga ekosistem ini, mari kita menghidupi ekosistem kita ini, karena kalau bukan kita, siapa lagi?," terang Aditya Muhammad.

Artikel terkait

Rekomendasi