Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi memberlakukan larangan bagi penonton untuk membawa segala jenis botol air minum pribadi, baik plastik maupun tumbler, ke dalam stadion selama gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Kebijakan mendadak ini tercantum dalam Kode Etik Stadion FIFA setebal 35 halaman yang baru diperbarui. Aturan ini mengubah ketentuan sebelumnya yang sempat mengizinkan penonton membawa botol plastik transparan kosong yang dapat digunakan kembali dengan kapasitas hingga satu liter.
Langkah pengetatan keamanan ini diambil oleh otoritas sepak bola tertinggi tersebut untuk mengantisipasi potensi pelemparan benda tajam atau keras ke arah lapangan yang dapat membahayakan keselamatan pemain maupun penonton lain.
"FIFA membuat keputusan untuk melarang botol demi mencegah risiko dan cedera pada pemain dan penonton," kata juru bicara FIFA kepada NBC News dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/5).
Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi cuaca panas ekstrem selama bulan Juni dan Juli, FIFA menegaskan komitmennya untuk menyediakan fasilitas pendukung di sekitar area luar stadion guna memastikan kenyamanan para pengunjung.
"FIFA bekerja sama erat dengan setiap komite kota tuan rumah dan otoritas lokal mengenai faktor-faktor mitigasi panas bagi penggemar yang bepergian ke stadion, yang dapat mencakup sumber daya seperti stasiun penyemprotan, kipas angin, stasiun hidrasi, tenda pendingin, dan banyak lagi di sekitar area stadion," demikian pernyataan tersebut.
Keputusan sepihak ini langsung memicu gelombang kritik keras dari berbagai kelompok suporter internasional di media sosial yang mengeluhkan minimnya akses hidrasi gratis di dalam tribun.
"Lanu apa selanjutnya? Tabir surya dilarang dan penggemar dipaksa membelinya di stadion?" tulis warganet bernama Free Lions, sebuah kelompok pendukung Inggris yang berafiliasi dengan Asosiasi Pendukung Sepak Bola, dalam sebuah unggahan di Twitter pada hari Kamis (4/6).
Kondisi arsitektur mayoritas stadion yang terbuka dinilai netizen akan memperparah dampak sengatan matahari jika penonton kesulitan mengakses air mineral.
"Mengingat betapa panasnya stadion, yang banyak di antaranya terbuka, biarkan saja penggemar membawa botol air minum jika mereka mau," kata warganet lainnya.
Penolakan serupa datang dari perwakilan asosiasi suporter benua Eropa yang melihat adanya motif komersial tersembunyi di balik dalih keselamatan yang dipaparkan oleh FIFA.
"Ini risiko kesehatan yang nyata. Di Eropa, kita melihat makin banyak orang-orang ambruk di tribun karena serangan panas. Ini kan persoalan matematika yang sederhana: makin rumit akses ke air, makin terancam pula orang kena serangan panas dan dehidrasi," ungkap Direktur Eksekutif Suporter Sepakbola Eropa Ronan Evain kepada The Guardian.
Evain menambahkan bahwa kebijakan ini menunjukkan kecenderungan organisasi untuk lebih mementingkan keuntungan finansial daripada keselamatan penonton.
"Ini menunjukkan bahwa sekali lagi, prioritasnya adalah menggenjot pendapatan. Betapa amoralnya untuk mengambil keuntungan dari air di situasi ini, ketika kesehatan orang-orang dalam ancaman. Ini mengerikan bagi saya." kata Evain.
Dari sudut pandang medis, para pakar kesehatan London turut memperingatkan risiko fatal akibat pembatasan akses cairan mandiri ini, terutama saat suhu melonjak tinggi.
“Ini adalah berita yang sangat mengkhawatirkan. Panas dan dehidrasi dapat menyebabkan penonton merasa pusing atau bahkan pingsan.” kata Malcom Mistry, dosen universitas di London, dikutip oleh The Sun.
Mistry menilai antrean panjang di kios internal stadion akan membuat penonton enggan bergerak dan memilih bertahan dalam kondisi dehidrasi.
“Jika orang tidak mendapatkan cairan yang cukup, hal itu dapat menyebabkan heatstroke, dengan konsekuensi yang berpotensi fatal. Orang-orang di stadion tidak akan berdiri dan mengantre di kios atau keran air. Mereka akan duduk di kursi mereka selama sekitar tiga jam, di tengah panas. FIFA mengambil risiko besar dengan ini.” cetus Mistry.
Dampak dehidrasi akut juga disorot karena dapat memicu komplikasi fatal pada organ kardiovaskular penonton usia rentan.
“Larangan penggunaan botol daur ulang oleh penonton meningkatkan risiko masalah terkait panas.” tutur Oliver Gibson, seorang dokter dari London.
Gibson menekankan bahwa kelompok masyarakat tertentu membutuhkan penanganan pasokan air yang cepat tanpa hambatan birokrasi atau antrean.
“Panas dan dehidrasi meningkatkan beban pada jantung, dan hal ini berpotensi menyebabkan serangan jantung. Terutama orang tua, anak muda, dan orang dengan masalah kesehatan membutuhkan akses minum gratis tanpa harus menunggu,” tutup Gibson.