Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menyepakati kenaikan total dana distribusi untuk tim peserta Piala Dunia 2026 hingga mencapai 871 juta dolar AS guna mendukung kebutuhan operasional 48 negara peserta di Amerika Utara. Kebijakan ini diambil untuk menyokong perluasan format turnamen, sebagaimana dilansir dari Suara.
Setiap asosiasi negara yang lolos babak kualifikasi dipastikan menerima dana minimal 12,5 juta dolar AS. Dana tersebut mencakup biaya persiapan sebesar 2,5 juta dolar AS dan bonus kelolosan senilai 10 juta dolar AS untuk keperluan perjalanan hingga gaji staf selama kompetisi di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Analis industri olahraga, Ricardo Fort, menilai penambahan anggaran ini sangat penting bagi negara-negara yang bukan kekuatan tradisional sepak bola. Uzbekistan, Yordania, Curacao, dan Tanjung Verde tercatat sebagai negara yang akan melakoni debut dalam sejarah baru turnamen dengan jumlah peserta terbanyak ini.
"Kontribusi tambahan kepada asosiasi sepak bola nasional ini memperkuat peran FIFA dalam mendistribusikan kembali kesuksesan komersial turnamen ke dalam ekosistem sepak bola global," ujar Ricardo Fort.
Di balik peningkatan subsidi tim, FIFA menghadapi gelombang protes dari penggemar akibat sistem penetapan harga tiket dinamis yang menyebabkan lonjakan harga drastis. Laporan menunjukkan harga tiket fase grup di Los Angeles berkisar antara 380 dolar AS hingga 4.105 dolar AS, bahkan tiket final di platform penjualan kembali mencapai 11,5 juta dolar AS.
Juru bicara FIFA menegaskan bahwa organisasi tetap mengupayakan keadilan akses bagi seluruh penonton melalui kategori tiket murah mulai dari 60 dolar AS. Penyesuaian harga ini diklaim sebagai bagian dari strategi mengikuti mekanisme pasar global.
"Sistem penetapan harga variabel selaras dengan tren industri di berbagai sektor olahraga dan hiburan, serta memastikan nilai pasar yang adil untuk sebuah acara," tambah juru bicara tersebut.
Meskipun terdapat polemik harga, permintaan tiket tetap tinggi dengan total pesanan mencapai 508 juta pesanan. Ricardo Fort menambahkan bahwa kelompok penggemar tertentu memang akan selalu keberatan dengan harga kategori premium untuk ajang berskala besar seperti ini.
"Penetapan harga tiket selalu menjadi topik sensitif untuk acara besar berskala ini," ungkap Fort.
Fort mengamati bahwa pasar di Amerika Serikat memiliki daya serap yang tinggi terhadap strategi harga tersebut. Ia memprediksi bahwa fokus publik akan segera beralih sepenuhnya ke aspek pertandingan setelah kompetisi resmi dimulai.
"Secara historis, apa yang kami lihat adalah keterlibatan penggemar terhadap turnamen itu sendiri tetap sangat tangguh. Begitu kompetisi dimulai, fokus akan beralih dengan sangat cepat ke sepak bola," kata Fort.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, FIFA mencatatkan total aset sebesar 9,48 miliar dolar AS. Organisasi nirlaba tersebut terus berupaya menyeimbangkan keuntungan komersial dari hak siar dan pemasaran dengan keterjangkauan akses bagi penggemar di seluruh dunia.