FIFA Sanksi Persib Bandung Larangan Daftarkan Pemain Baru

FIFA Sanksi Persib Bandung Larangan Daftarkan Pemain Baru

Persib Bandung resmi mendapatkan sanksi disiplin berat dari federasi sepak bola internasional, FIFA. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut dilarang melakukan aktivitas pendaftaran pemain baru pada bursa transfer mendatang.

Hukuman ini dijatuhkan setelah klub dinilai belum menyelesaikan pembayaran kompensasi terminasi kontrak. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Medcom, pengumuman sanksi dirilis secara terbuka melalui laman resmi FIFA dan mulai berlaku efektif sejak Jumat, 29 Mei 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hukuman tegas dari FIFA ini berakar dari permasalahan hukum antara manajemen Persib dengan mantan pemain asing mereka asal Filipina, Daisuke Sato. Kontrak kerja sama bek sayap tersebut diputus lebih cepat oleh manajemen pada tahun 2023 silam, di mana posisinya kemudian digantikan oleh penjaga gawang Kevin Ray Mendoza.

Lantaran tidak menerima keputusan sepihak tersebut, Sato melayangkan gugatan resmi ke pengadilan FIFA. Hasilnya, FIFA memenangkan gugatan sang pemain dan mewajibkan Persib untuk membayar uang kompensasi terminasi kontrak sebesar Rp3 miar.

Meskipun pihak Persib sempat mengajukan gugatan balik untuk menganulir keputusan tersebut, upaya hukum mereka resmi ditolak. Sesuai regulasi, Persib diwajibkan melunasi dana kompensasi tersebut dalam tenggat waktu 45 hari sejak keputusan inkrah dirilis FIFA pada 22 September 2024 lalu. Namun, karena dana tidak kunjung dibayarkan hingga melewati batas waktu, FIFA akhirnya menjatuhkan hukuman pemblokiran transfer kepada klub yang baru saja meraih gelar Super League musim 2025/2026 ini.

Klarifikasi Manajemen Persib

Merespons situasi yang tengah menjadi sorotan tajam ini, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, angkat bicara. Adhitia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat salinan sanksi tersebut dan kini sedang bergerak aktif untuk menyelesaikannya.

Ia juga memberikan klarifikasi penting guna meluruskan opini publik dengan menegaskan bahwa hukuman ini murni karena masalah sengketa nilai pemutusan kontrak kerja, bukan karena klub tidak mampu membayar gaji pemain.

"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak Daisuke Sato, pada tahun 2023. Persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak saat ini," ujarnya.

Dengan status hukum ini, Persib Bandung dipastikan harus segera merampungkan segala kewajiban finansialnya kepada Daisuke Sato agar FIFA bersedia mencabut status Registration Bans tersebut sebelum jendela transfer awal musim depan resmi dibuka.

Artikel terkait

Rekomendasi