FIFA Ubah Aturan Piala Dunia 2026 Terkait Pembatalan Gol Wasit

FIFA Ubah Aturan Piala Dunia 2026 Terkait Pembatalan Gol Wasit

Regulasi pertandingan untuk Piala Dunia 2026 resmi mengalami perubahan signifikan dari FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola tersebut kini memberikan kekuasaan kepada wasit untuk menganulir gol yang diawali oleh pelanggaran sebelum bola mati dimainkan.

Kebijakan baru ini diadopsi setelah melihat tren kompetisi sepak bola modern, seperti yang kerap terjadi di Liga Inggris. Langkah tersebut diambil guna memastikan keadilan dalam setiap pertandingan besar.

"Kami yakin gol seperti itu tidak bisa dibenarkan, ini benar-benar tidak adil," kata Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, dalam laporan The Telegraph yang dikutip dari Suara, Senin.

Sorotan tajam tertuju pada strategi blokade fisik saat momen bola mati, yang belakangan diadopsi oleh sejumlah tim internasional. Pola permainan tim asuhan Thomas Tuchel menjadi salah satu yang terpengaruh oleh evaluasi ini.

Collina mencontohkan insiden dalam laga persahabatan antara Timnas Inggris melawan Uruguay. Saat itu, gelandang Adam Wharton dinilai berlebihan dalam menghalangi pergerakan bek Jose Maria Gimenez ketika situasi sepak pojok.

Aksi menghambat lawan tersebut dianggap memberikan keuntungan yang tidak adil. Insiden tersebut seharusnya berujung pada pembatalan gol yang dicetak oleh Ben White.

"Jika pelanggaran terjadi tepat sebelum bola dimainkan, kami yakin tidak ada yang bisa mengajukan keberatan," katanya.

Implementasi kebijakan baru ini berjalan lancar setelah FIFA mendapatkan restu resmi dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Lembaga tersebut sepakat memperluas fungsi Video Assistant Referee (VAR) untuk mengamati area penalti sebelum bola bergulir.

Pertemuan internal IFAB menyetujui percepatan regulasi ini akibat maraknya aksi saling tarik, duel fisik, dan taktik blokade di Premier League. Contoh nyata yang menjadi rujukan adalah dianulirnya gol West Ham United ke gawang Arsenal karena pelanggaran terhadap penjaga gawang David Raya.Melalui pembaruan ini, wasit dituntut lebih jeli memantau pergerakan para pemain. Fokus utama tertuju pada tim yang sengaja menciptakan ruang tembak lewat benturan fisik saat tendangan sudut atau sepakan bebas.

Teknisnya, VAR akan merekomendasikan peninjauan ulang langsung di pinggir lapangan jika mendeteksi pelanggaran ofensif yang berpotensi melahirkan gol, penalti, atau sanksi kartu. Jika terbukti ada pelanggaran sebelum bola aktif, gol dianulir dan tendangan bebas atau sudut harus diulang.

Pengawasan Ketat Taktik Pura-Pura Cedera

Selain fokus pada duel fisik, FIFA juga mengincar taktik mengulur waktu lewat pemain yang berpura-pura cedera. Strategi ini sering dipakai untuk merusak ritme permainan lawan sekaligus memberi jeda bagi pelatih memberikan instruksi taktis.

Persoalan manipulasi cedera ini sudah disosialisasikan langsung oleh Collina kepada juru taktik dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 dalam lokakarya khusus.

Meskipun regulasi ini tidak langsung dijatuhi hukuman kartu, wasit di lapangan diinstruksikan untuk bertindak proaktif. Langkah tegas akan diambil agar tidak ada tim yang memetik keuntungan dari cedera buatan di tengah laga.

Artikel terkait

Rekomendasi