Badan sepak bola dunia, FIFA, resmi menerapkan format baru untuk seremoni lagu kebangsaan yang akan berlaku bagi seluruh pemain pada Piala Dunia 2026 mendatang. Aturan ini dirancang guna memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi para penonton.
Seperti dilaporkan oleh Suara, skema baru ini mewajibkan seluruh pemain dalam skuad pertandingan untuk berkumpul di lingkaran tengah lapangan saat lagu kebangsaan dikumandangkan. Langkah ini diambil untuk menciptakan atmosfer yang lebih inklusif di stadion.
Pada edisi terdahulu, seremoni ini hanya menampilkan starting XI yang berjajar menghadap tribun penonton. Kini, dengan menyertakan semua pemain termasuk pilar cadangan, total bisa mencapai 52 orang yang berada di tengah lapangan.
Suasana prosesi juga akan dibuat lebih dramatis karena bendera negara berukuran raksasa bakal dibentangkan tepat di belakang para pemain. Konsep ini disebut FIFA sebagai seremoni 360 derajat yang dapat dinikmati secara maksimal dari setiap sudut kursi stadion.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan inovasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengalaman penonton.
"Piala Dunia adalah tentang setiap pemain dan setiap penggemar. Seremoni baru ini mencerminkan persatuan, kebanggaan, dan emosi yang menjadi milik semua," ujarnya dilansir dari BBC.
Secara teknis, para pemain akan memasuki area lapangan melalui gerbang khusus bersama maskot sebelum berkumpul di tengah. Selain itu, efek tambahan seperti asap berwarna dan pyroteknik akan dihadirkan pada fase-fase tertentu turnamen untuk memperkuat kemegahan visual.
Penerapan format anyar ini sekaligus menjadi langkah evaluasi dari otoritas sepak bola tertinggi tersebut. FIFA berupaya merespons kritik yang muncul pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025 lalu.
Saat itu, format perkenalan pemain dinilai memakan waktu terlalu lama hingga menyebabkan keterlambatan sepak mula (kick-off). Melalui inovasi di Piala Dunia 2026, FIFA kini berusaha menemukan titik keseimbangan antara unsur hiburan yang megah dan efisiensi waktu pertandingan.