Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menggelar investigasi terhadap penyerang Inter Milan, Marcus Thuram, akibat membawa spanduk bernada ejekan kepada AC Milan saat parade perayaan gelar juara di kota Milan pada Minggu (18/5/2026).
Penyelidikan resmi tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Federal FIGC setelah tindakan kontroversial sang pemain terekam di atas bus terbuka Nerazzurri, sebagaimana dilansir dari Bola berdasarkan laporan Tuttomercatoweb.
"Kejaksaan Federal FIGC telah membuka penyelidikan terkait dua spanduk yang diperlihatkan penyerang Marcus Thuram dari atas bus terbuka yang digunakan Inter Milan untuk parade perayaan gelar juara di kota kemarin," tulis Tuttomercatoweb, Senin (18/5/2026).
Langkah hukum diambil karena Thuram kedapatan mengusung dua spanduk yang mengecilkan rival sekota mereka saat merayakan trofi Liga Italia dan Coppa Italia musim ini. Salah satu spanduk menggambarkan tikus berlatar warna merah hitam yang identik dengan AC Milan, sedangkan spanduk lainnya memuat kalimat vulgar.
Aksi ejekan tersebut memicu sorotan tajam mengingat Inter Milan sebenarnya sempat menelan dua kekalahan dengan skor 0-1 dari Rossoneri di kompetisi domestik musim ini. Meski demikian, hasil minor di laga derbi tersebut tetap tidak menghalangi langkah Inter Milan untuk mengunci gelar scudetto.
Kasus tindakan ofensif dalam perayaan juara sepak bola Italia ini bukan pertama kalinya terjadi. Kejadian serupa tercatat pernah melibatkan beberapa pemain AC Milan, seperti Massimo Ambrosini pada tahun 2007 serta penjaga gawang Mike Maignan pada tahun 2022 lalu.
Atas pelanggaran disiplin yang serupa dengan kejadian di masa lampau tersebut, Marcus Thuram kini terancam dijatuhi sanksi berupa denda oleh otoritas tertinggi sepak bola Italia.