Film biografi Michael mencatatkan debut spektakuler di box office Amerika Utara dengan perolehan pendapatan mencapai USD97 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Capaian pada April 2026 ini berhasil memecahkan rekor sebagai pembukaan terbesar untuk kategori film biografi musik sepanjang sejarah.
Keberhasilan film produksi Lionsgate tersebut melampaui capaian Straight Outta Compton yang meraup USD60,2 juta serta Bohemian Rhapsody dengan USD51 juta. Dilansir dari Lifestyle, performa internasional film ini juga sangat kuat dengan total pembukaan global menyentuh angka USD217,4 juta atau sekitar Rp3,37 triliun.
Ketua Lionsgate, Adam Fogelson, mengungkapkan bahwa sinyal kesuksesan ini sudah terdeteksi sejak awal masa promosi dimulai. Pihaknya mencatat adanya ketertarikan tinggi dari berbagai kelompok penonton terhadap kisah legenda musik dunia tersebut.
“Sejak awal, semua sinyal menunjukkan hal ini mungkin terjadi,” ujar Adam Fogelson, Ketua Lionsgate.
Fogelson menjelaskan lebih lanjut bahwa faktor pendorong lonjakan penonton di akhir pekan pembukaan adalah keterlibatan dari beragam segmen pasar. Hal ini menurutnya menjadi poin krusial dalam pencapaian angka box office tersebut.
“Kami melihat keterlibatan besar dari berbagai segmen penonton yang bisa diidentifikasi,” tambahnya.
Meskipun sukses secara finansial, proses produksi film ini sempat mengalami tantangan besar terkait konten cerita. Tim produksi harus memotong sejumlah adegan dan melakukan pengambilan gambar ulang dengan biaya tambahan mencapai USD50 juta karena masalah kesepakatan hukum lama.
“I tidak sepakat jika disebut kami panik,” terang Adam Fogelson.
Ia menegaskan bahwa situasi tersebut justru dikelola dengan perhitungan matang oleh tim produksi. Kendala yang ada dinilai menjadi peluang untuk menyusun narasi film dengan sudut pandang yang lebih luas bagi audiens.
“Ini memang situasi yang unik dan menantang, tetapi memberi peluang untuk menceritakan kisah yang lebih luas,” tegas Adam Fogelson.
Kontras terjadi antara penilaian kritikus dan kepuasan penonton, di mana film ini mendapat skor 38 persen di Rotten Tomatoes namun meraih nilai "A-" dari CinemaScore. Analis Comscore, Paul Dergarabedian, berpendapat bahwa momentum perilisan yang mendekati musim panas turut memicu minat masyarakat untuk pergi ke bioskop.
“Secara alami orang ingin menikmati film di bioskop,” kata Paul Dergarabedian, Analis Comscore.
Dergarabedian menambahkan bahwa strategi penempatan jadwal rilis sangat menguntungkan posisi film Michael dalam persaingan pasar. Posisi strategis ini memungkinkannya menjangkau basis massa yang masif sejak hari pertama penayangan.
“Film ini diposisikan dengan sangat baik menjelang musim film musim panas,” jelas Paul Dergarabedian.
Hingga saat ini, Michael masih mendominasi daftar box office akhir pekan di Amerika Utara dengan selisih angka yang signifikan dibanding kompetitor lainnya. Tren positif ini juga diikuti oleh judul-judul besar lainnya yang dirilis pada musim semi tahun ini.
| Judul Film | Pendapatan (USD) | Estimasi (Rupiah) |
|---|---|---|
| The Super Mario Galaxy Movie | USD21,2 juta | Rp328 miliar |
| Project Hail Mary | USD13,2 juta | Rp204 miliar |
| Lee Cronin's The Mummy | USD5,6 juta | Rp86 miliar |
| The Drama | USD2,6 juta | Rp40 miliar |
| Hoppers | USD1,9 juta | Rp29 miliar |
| You, Me & Tuscany | USD1,5 juta | Rp23 miliar |
| Over Your Dead Body | USD1,4 juta | Rp21 miliar |
| Mother Mary | USD1,2 juta | Rp18 miliar |
| American Youngboy | USD1,2 juta | Rp18 miliar |