HAS Pictures Rilis Film Dosa Penebusan atau Pengampunan di Bioskop

HAS Pictures Rilis Film Dosa Penebusan atau Pengampunan di Bioskop

Rumah produksi HAS Pictures resmi memperkenalkan poster dan cuplikan film perdana mereka berjudul Dosa: Penebusan atau Pengampunan di Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2026). Karya sinema yang melibatkan Irish Bella sebagai eksekutif produser ini dijadwalkan mulai menyapa penonton di bioskop pada 11 Juni 2026.

Film tersebut menggandeng aktor kawakan Revaldo dan Dominique Sanda sebagai pemeran utama. Dilansir dari Detikcom, keduanya menyatakan ketertarikan pada proyek ini lantaran naskah ceritanya dinilai memiliki keberanian dan kedalaman makna yang berbeda dari film horor pada umumnya.

Dominique Sanda memerankan sosok ibu yang mendedikasikan hidup untuk anaknya, namun terjebak dalam konflik batin saat sang anak memutuskan menikah. Ia mengaku terkejut saat pertama kali mendalami materi skenario film garapan sutradara Sondang Pratama ini.

"Dari awal baca saya langsung bilang, 'Wah ini gila'. Ternyata film ini bukan horor sederhana, banyak pesan di dalamnya," ujar Dominique Sanda.

Sementara itu, Revaldo memainkan karakter bernama Nanang, seorang sopir truk yang telah berhijrah. Ia merasa nyaman selama proses produksi karena faktor kedekatan personal dengan jajaran tim kreatif dan produser yang sudah dikenalnya sejak lama.

"Oh karakter Nanang itu... supir truk yang udah hijrah gitu, yang baik banget. Gue tahu mereka nggak akan minta sesuatu yang nggak mungkin gue lakuin. Jadi semua gue jalani dengan enjoy," kata Revaldo.

Aktor tersebut juga mengenang kembali momen awal saat dirinya diminta untuk mengikuti proses pemilihan peran. Meski sempat ragu karena sosok sutradaranya, Revaldo akhirnya terpikat setelah membaca naskah secara utuh.

"Terus pertama, gue disuruh datang itu buat casting. Ya oke gue casting. Prosesnya gue jalanin, terus abis gitu gue dikasih skrip. Tadinya gue kayak, 'Ah ini Sondang nih', mau nggak mau ya udah gue baca. Gue baca 'Dosa', mungkin simpel ya judulnya, tapi pas gue baca baru sadar kalau maksud ceritanya ternyata dalam banget," ungkap Revaldo.

Revaldo menambahkan bahwa suasana hangat di lokasi syuting membantunya mengatasi berbagai kendala teknis maupun akting. Kerja sama yang solid dengan rekan sejawat membuatnya sangat menikmati setiap proses pengambilan gambar.

"Jadi tantangannya banyak ya, tapi karena teman-teman gue, Sondang, Reza, jadi gue enjoy. Karena mereka tahu gue, gue juga tahu mereka. Jadi semuanya oke," tambah Revaldo.

Irish Bella selaku eksekutif produser menjelaskan bahwa proyek ini merupakan pembuktian totalitas HAS Pictures dalam merambah industri layar lebar. Sebelumnya, perusahaan ini lebih dikenal melalui konten-konten digital di platform YouTube dan siniar.

"Ini kan film perdananya HAS Pictures, sebelumnya kami di HAS Creative lebih banyak di YouTube dan podcast. Pastinya sesuatu yang pertama itu harus all out. Kami ingin menunjukkan seperti apa HAS Pictures itu. Jadi kami kerjakan dengan hati, tidak ada yang setengah-setengah," ujar Irish Bella.

Irish menerangkan bahwa Dosa: Penebusan atau Pengampunan merupakan karya yang kompleks karena menggabungkan unsur drama, slasher, dan gore dalam satu kesatuan. Ia berharap film ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi para penikmat film.

"Ini bukan hanya film horor. Ada drama, slasher, gore, semuanya ada. Tapi ini lebih kompleks, ada pesan berat yang ingin disampaikan. Mudah-mudahan penonton setelah menonton bisa merasakan sesuatu yang hangat dan bisa bercermin," tambah Irish Bella.

Pemeran lainnya, Riza Irsyadillah yang memerankan tokoh Bima, menyebutkan bahwa naskah ini mengangkat dilema emosional yang kuat dalam keluarga. Tokoh Bima digambarkan sebagai pria yang terjepit di antara kepentingan ibu dan istrinya.

"Bima itu family man, anak tunggal yang tinggal bersama ibu dan istrinya. Dilema dia adalah harus memilih antara suara ibu atau istrinya," kata Irsyad.

Irsyad mengungkapkan bahwa dirinya melakukan pendalaman emosi yang cukup personal untuk membangun chemistry sebagai anak. Baginya, adegan yang melibatkan interaksi dengan sang ibu merupakan bagian paling menantang sekaligus reflektif.

"Scene paling berat itu justru dengan ibunya. Itu cukup personal buat saya karena saya juga tinggal dengan ibu. Jadi banyak yang terasa reflektif," ungkap Irsyad.

Alur cerita film ini berfokus pada perjalanan Bima dan istrinya, Ersya yang diperankan Ratu Sofya, menuju suatu tempat meski dilarang oleh sang ibu. Ketegangan memuncak saat mereka mengalami kecelakaan dan terpaksa menginap di sebuah hotel tua misterius yang mengungkap rahasia kelam masa lalu mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi