Proyek film horor Indonesia bertajuk Ibu: Mother of the Lost secara resmi diperkenalkan dalam ajang internasional Cannes Film Market 2026. Karya terbaru ini melibatkan kolaborasi antara rumah produksi Kraken Entertainment dan Anak Negeri Films.
Film yang diproduseri oleh Intan Kieflie ini membawa misi besar untuk memperkuat posisi sinema tanah air di kancah global. Seperti dilansir dari Medcom, kehadiran proyek ini di Cannes tidak hanya sekadar upaya penjualan satu judul film saja.
Intan Kieflie, produser berdarah Indonesia-Australia, menilai langkah ini sebagai pembuka jalan bagi produser domestik lainnya. Ia menekankan bahwa kekuatan skenario dari sineas Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing secara internasional.
"Produser Indonesia punya cerita-cerita yang kuat, tetapi pasar internasional perlu memahami cara membaca, memosisikan, dan ke mana arah distribusi cerita-cerita tersebut," ujar Intan Kieflie.
Dalam ajang tersebut, beberapa proyek horor lainnya juga turut diluncurkan. Daftar proyek yang diboyong meliputi film Sukma yang melibatkan Baim Wong, Ritual Gaib: Nyai Randasura, serta film Ibu.
Saat ini, film Ibu masih berada dalam tahap praproduksi namun telah mengonfirmasi keterlibatan nama-nama besar. Aktor laga Yayan Ruhian dan aktris senior Christine Hakim dipastikan menjadi bintang utama dalam proyek ini.
Film ini merupakan bagian dari semesta horor baru yang sedang disiapkan oleh Intan Kieflie bernama The Black Ritual Universe. Di dalam jagat sinema tersebut, Ritual Gaib: Nyai Randasura akan menjadi fokus utama, sementara Ibu berada dalam semesta yang sama.
Alur cerita film Ibu berfokus pada karakter Dewi, seorang ibu yang sedang didera duka mendalam. Ia memilih mengasingkan diri ke sebuah rumah telantar di pinggir danau dengan rencana menjadikannya panti asuhan.
Situasi berubah mencekam ketika Dewi menemukan dua anak yang sebelumnya telah meninggal dunia justru hidup kembali di rumah tersebut. Kedua anak itu kemudian mulai memanggilnya dengan sebutan "Ibu".
Kedalaman Emosional dalam Genre Horor
Produksi film ini mengedepankan pendekatan horor yang tidak hanya mengandalkan kengerian visual. Intan Kieflie menjelaskan bahwa pihaknya ingin memberikan kedalaman emosional yang kuat kepada para penonton nantinya.
"Melalui 'Ibu,' kami ingin membangun film horor yang tidak hanya menakut-nakuti penonton. Film ini akan menyayat hati Anda terlebih dahulu, lalu membiarkan rasa takut tumbuh dari luka tersebut," kata Intan.
Rangkaian film yang diperkenalkan di Cannes ini membidik pasar luas di berbagai kawasan dunia. Target distribusi mencakup Amerika Utara, Eropa, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Asia Tenggara, hingga Amerika Latin dan Rusia.
Intan berpendapat bahwa kekayaan ide dari berbagai pulau di Indonesia merupakan modal berharga bagi sineas lokal. Setiap daerah dinilai memiliki karakteristik ketakutan, ritual, dan hantu yang unik untuk digali.
"Setiap pulau memiliki ketakutan, ritual, hantu, dan realitas emosionalnya sendiri. Kesempatan kita sekarang adalah membawa cerita-cerita tersebut kepada mitra global yang tepat, dengan pengemasan, strategi, serta penghormatan yang layak terhadap asal-usul cerita itu sendiri," tutur Intan.