Film Horor Pasar Setan Siap Tayang di ANTV 11 Mei 2026

Film Horor Pasar Setan Siap Tayang di ANTV 11 Mei 2026

Film horor berjudul Pasar Setan karya sutradara Wisnu Surya Pratama dijadwalkan menyapa pemirsa layar kaca melalui kanal ANTV pada Senin, 11 Mei 2026 mendatang. Penayangan ini direncanakan mengisi slot malam hari mulai pukul 21.30 WIB.

Dilansir dari Suara, layar lebar yang pertama kali dirilis pada awal 2024 ini mengangkat urban legend populer di kalangan pendaki gunung Indonesia. Mitos pasar gaib di pegunungan tersebut dikemas menjadi narasi yang membedah sisi gelap ambisi manusia di era digital.

Cerita berfokus pada sosok Tamara, diperankan oleh Audi Marissa, seorang vlogger spesialis konten horor. Reputasinya jatuh setelah video penampakan miliknya terungkap sebagai rekayasa atau hoaks oleh para pengikutnya.

Guna memulihkan nama baik dan meraih kembali popularitas, Tamara memimpin timnya untuk melakukan ekspedisi nekat. Ia bersama Yunus (Pangeran Lantang), Caca (Shindy Huang), dan Kevin (Roy Sungkono) menuju hutan terlarang yang diyakini sebagai lokasi asli Pasar Setan.

Namun, misi pencarian konten viral tersebut justru berubah menjadi mimpi buruk saat mereka terjebak dalam labirin dimensi lain. Di tempat tersebut, ruang dan waktu seakan menghilang, serta memaksa mereka menghadapi ancaman dari penghuni gaib yang mengerikan.

Situasi semakin mencekam ketika sejarah kelam lokasi itu mulai terungkap secara perlahan. Kehadiran tokoh-tokoh misterius yang diperankan oleh aktor senior Kiki Narendra dan Epy Kusnandar memberikan tekanan psikologis yang kuat pada karakter utama.

Dalam debut film panjangnya, Wisnu Surya Pratama menerapkan teknik visual yang menggabungkan estetika sinematik dengan gaya found footage. Penggunaan kamera yang dibawa langsung oleh karakter memberikan efek kedekatan sehingga penonton merasa ikut tersesat di belantara.

Pasar Setan dalam film ini tidak hanya ditampilkan sebagai entitas visual, namun menjadi metafora bagi industri hiburan digital masa kini. Film ini menyentil perilaku kreator konten yang kerap mengabaikan keselamatan dan etika demi angka penayangan di media sosial.

Penampilan Audi Marissa menyoroti transformasi emosional dari seorang kreator yang keras kepala menjadi sosok rapuh di tengah teror. Sementara itu, akting Epy Kusnandar yang tenang namun mengancam memperkuat atmosfer intimidatif sepanjang alur cerita.

Artikel terkait

Rekomendasi