Ajang bergengsi 79th Cannes Film Festival resmi memulai rangkaian acaranya pada Selasa 12 Mei 2026. Dalam festival tahun ini, sederet karya sutradara ternama asal Korea Selatan dipastikan akan mengisi berbagai kategori pemutaran.
Dilansir dari Detikcom, salah satu karya yang paling dinanti adalah film berjudul Hope besutan sutradara Na Hong Jin. Film bergenre aksi-fiksi ilmiah ini berhasil masuk dalam kategori kompetisi utama untuk memperebutkan penghargaan tertinggi, Palme d'Or.
Kehadiran Hope memecahkan kebuntuan sinema Korea Selatan yang dalam empat tahun terakhir tidak memiliki wakil di kategori utama tersebut. Terakhir kali Korea Selatan mengirimkan delegasi untuk Palme d'Or pada 2022 melalui film Decision to Leave karya Park Chan Wook dan Broker karya Hirokazu Kore-eda.
Festival tahun ini juga menjadi panggung kembalinya Na Hong Jin ke Cannes setelah satu dekade berlalu sejak penayangan film horor The Wailing pada 2016. Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai sutradara Korea Selatan pertama yang seluruh karya sinematiknya pernah diundang ke Cannes.
Rekam jejak Na Hong Jin di festival ini mencakup film The Chaser yang diputar pada Midnight Screening tahun 2008 serta The Yellow Sea di bagian Un Certain Regard pada 2011. Namun, film Hope merupakan karya pertamanya yang menembus kategori kompetisi resmi.
Selain Na Hong Jin, sutradara Yeon Sang Ho yang populer lewat Train to Busan juga kembali hadir membawa karya terbarunya berjudul Colony. Film ini dijadwalkan mengisi sesi Midnight Screenings, sebuah kategori khusus untuk film-film dengan genre aksi, thriller, dan horor yang unik.
Pada kategori non-kompetisi, sutradara Jung Joo Ri menampilkan film kolaborasi Korea-Eropa berjudul Dora. Film produksi 2025 ini melibatkan bintang internasional seperti aktris Jepang Sakura Ando, serta pemeran Korea Kim Do Yeon dan Song Sae Byeok.
Potensi sineas muda juga terlihat di kategori La Cinef melalui karya Bird Rhapsody milik Choi Won Jung dari Universitas Hongik. Selain itu, ada pula Silent Voices karya sutradara muda Korea-Amerika, Nadine Mison Jin, yang turut meramaikan kategori berbasis karya universitas tersebut.
Inovasi visual pun tidak ketinggalan dengan hadirnya karya Woo Hyeun Joo dan Park Ji Yun berjudul VOOOOOO - PEEEEEE--- dalam kategori Immersive Competition. Kategori ini menyoroti proyeksi video skala besar hingga teknologi realitas virtual yang mutakhir.
Sisi menarik lainnya adalah terpilihnya sutradara legendaris Park Chan Wook sebagai presiden juri untuk kompetisi film panjang. Ia akan bekerja sama dengan aktris Demi Moore dan panelis lainnya untuk menentukan pemenang Palme d'Or dalam festival yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 ini.