Bioskop Indonesia Siapkan 6 Film Lebaran Tayang Maret 2026

Bioskop Indonesia Siapkan 6 Film Lebaran Tayang Maret 2026

Momen Lebaran di Indonesia akan diramaikan oleh deretan karya sinematik terbaru di bioskop. Berbagai genre mulai dari horor, fiksi ilmiah, petualangan anak, hingga drama keluarga siap menghibur penonton, seperti dikutip dari Filmon.

Masyarakat dapat menikmati pilihan tontonan menarik ini bersama sahabat maupun keluarga besar. Jadwal peluncuran sinema libur keagamaan ini dijadwalkan tersebar sepanjang bulan Maret 2026.

Dua film dengan warna cerita yang bertolak belakang akan membuka layar bioskop menjelang pertengahan bulan maret.

Senin Harga Naik

Film Senin Harga Naik mengusung konflik seputar hubungan keluarga dan dunia kerja. Sinema ini menampilkan akting dari Nadya Arina, Meriam Bellina, Brandon Salim, Andri Mashadi, dan Givina.

Kisah berpusat pada perselisihan antara seorang anak perempuan dengan ibunya. Konflik tersebut memicu sang anak nekat pergi dari rumah demi membuktikan kesuksesan finansial lewat usahanya sendiri.

Langkah kariernya di sebuah korporasi properti kemudian menemui hambatan akibat keberadaan toko roti milik sang ibu. Kondisi ini memaksanya untuk kembali dan membujuk sang ibu demi kelancaran pekerjaannya.

Danur: The Last Chapter

Bagi pencinta kisah misteri, Danur: The Last Chapter hadir memperpanjang jajaran sinema horor tanah air. Prilly Latuconsina, Zee Asadel, Dian Nitami, Dito Darmawan, Lewis Robert, dan Muhammad Fauzan membintangi sekuel ini.

Narasi film menceritakan tokoh Risa yang telah lama memutus komunikasi dengan dunia gaib dan teman-teman hantunya. Situasi berubah drastis saat sang adik melangsungkan prosesi lamaran di sebuah gedung pertunjukan kuno.

Risa mulai mengalami rentetan peristiwa supranatural yang aneh, termasuk sensasi mati berulang kali. Rasa penasaran dan kecurigaan Risa akhirnya terungkap lewat bantuan dari sekutu mistis masa lalunya.

Jadwal Tayang 18 Maret 2026

Gelombang kedua film Lebaran akan dirilis serentak pada pertengahan bulan dengan variasi genre yang lebih luas.

Pelangi di Mars

Genre fiksi ilmiah dan petualangan keluarga hadir lewat film Pelangi di Mars. Sinema masa depan ini dibintangi oleh Lutesha, Rio Dewanto, dan Messi Gusti.

Latar cerita mengambil masa pada tahun 2100 ketika planet Bumi dilanda krisis pasokan air yang parah. Di tengah kondisi tersebut, seorang anak manusia lahir dan tumbuh di planet Mars.

Anak tersebut bersama deretan robot pelindungnya berpetualang mencari mineral langka demi menyelamatkan ekosistem Bumi. Mereka harus bersaing ketat dengan korporasi raksasa yang berniat memonopoli sumber air baru.

Tunggu Aku Sukses Nanti

Ardit Erwandha keluar dari zona komedi dengan mengambil peran utama yang lebih serius dalam drama keluarga Tunggu Aku Sukses Nanti. Ia memerankan tokoh bernama Arga yang sedang berjuang di tengah kerasnya tekanan hidup.

Sebagai seorang pengangguran, Arga kerap menjadi sasaran cemoohan dari kerabat besarnya setiap kali momen berkumpul Lebaran tiba. Beban sosial tersebut semakin berat seiring tuntutan ekonomi dan asmara yang mengimpitnya.

Arga pun mengerahkan seluruh upayanya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Pembuktian harga diri di hadapan para sepupu yang telah sukses menjadi motivasi utamanya saat momen kumpul keluarga Lebaran 2026.

Suzzanna Santet Dosa di Atas Dosa

Pilihan horor lain yang siap memacu adrenalin adalah Suzzanna Santet Dosa di Atas Dosa. Film ini didukung oleh aktor ternama seperti Luna Maya, Reza Rahadian, Iwa K, hingga komedian Nunung.

Alur cerita berfokus pada figur Suzzanna yang menjadi objek obsesi dari Bisman, seorang penguasa wilayah yang kejam. Suzzanna menyimpan dendam kesumat setelah sang ayah tewas akibat kiriman ilmu hitam dari Bisman.

Demi membalas budi, Suzzanna memilih jalur kelam dengan mempelajari ilmu santet. Namun fokusnya terpecah saat ia jatuh hati pada seorang pria tampan yang dikenal taat menjalankan ibadah agama.

Dilema besar pun melanda batin Suzzanna dalam menentukan pilihan hidup. Ia terjebak di antara hasrat menuntaskan dendam berdarah atau berhenti demi mengejar jalinan asmara barunya.

Na Willa

Sutradara Ryan Adriandhy kembali menyapa penonton lewat film anak-anak berjudul Na Willa. Proyek ini sangat diantisipasi oleh pencinta animasi setelah kesuksesan karya sebelumnya yang berjudul Jumbo.

Kisah ini merangkum sudut pandang Willa, seorang anak perempuan berusia enam tahun yang menikmati dinamika hidup di sebuah gang di Surabaya. Dunianya dipenuhi oleh kesederhanaan seperti mendengarkan radio dan mengunjungi kios penuh kejutan.

Petualangan seru bersama teman-teman sebaya menghiasi hari-hari awal masa kecilnya. Cara pandang Willa mulai berkembang dan bergeser saat ia mulai menginjakkan kaki di sekolah Taman Kanak-Kanak.

Artikel terkait

Rekomendasi