Sineas Thailand kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam memproduksi drama emosional melalui proyek terbaru dari rumah produksi GDH 559 yang berjudul Gohan. Dilansir dari Detikcom, film ini dijadwalkan akan menyapa penonton di bioskop Indonesia secara serentak mulai 14 Mei 2026.
Gohan mengisahkan perjalanan hidup seekor anjing putih berhidung merah muda yang namanya bermakna "nasi" dalam bahasa Jepang. Nama tersebut menjadi simbol bagi sesuatu yang esensial dan mendasar bagi kehidupan manusia.
Film ini merupakan hasil kolaborasi tiga sutradara ternama Thailand, yakni Baz Nattawut Poonpiriya, Moo Chayanop Boonprakob, dan Ta Atta Hemwadee. Mereka menggunakan struktur penceritaan non-linear untuk membagi kehidupan Gohan menjadi tiga fase emosional yang berbeda.
Cerita diawali dengan hubungan Gohan dan Pak Hiro, seorang pria lanjut usia asal Jepang yang menetap di Bangkok. Pak Hiro yang diperankan oleh Yasushi Kitajima, diceritakan mengalami isolasi sosial di masa tuanya.
Hubungan keduanya menyoroti fenomena Kodokushi atau mati dalam kesendirian, di mana anjing tersebut menjadi teman terakhir bagi sang pemilik. Alur kemudian bergeser saat Gohan bertemu dengan Namcha, asisten rumah tangga asal Myanmar yang diperankan oleh Poe Mamhe Tha.
Fase terakhir memperlihatkan kehidupan Gohan bersama pemilik ketiganya, Pele dan Jaidee. Karakter yang diperankan oleh Jaonaay Jinjett dan Tu Tontawan ini merawat Gohan saat anjing itu mulai menua, sekaligus belajar tentang makna kebersamaan.
Teknik Sinematografi dan Inspirasi Kisah Nyata
Aspek teknis dalam film ini menjadi sorotan utama, terutama penggunaan teknik kamera dog-eye view secara konsisten. Teknik ini mengajak penonton untuk melihat dunia dari perspektif rendah seekor anjing sehingga menciptakan keintiman visual yang kuat.
Atmosfer film diperkuat dengan transisi warna dari nada hangat di awal cerita menuju warna biru melankolis pada babak kedua. Alunan piano minimalis dalam skor musiknya turut menambah kedalaman emosi pada adegan-adegan krusial.
Kisah Gohan sendiri berakar dari kejadian nyata tentang anjing kampus bernama Hima di Institut Teknologi King Mongkut Ladkrabang (KMITL). Gohan merefleksikan sosok yang dicintai oleh komunitas namun tetap harus menghadapi kesendirian.
Di Indonesia, jaringan bioskop XXI telah memberikan konfirmasi mengenai penayangan film drama ini. Menyusul kesuksesan film Thailand sebelumnya, para pengamat memprediksi karya ini akan mendapatkan perhatian luas dari pencinta film Asia tahun ini.