Tayangan horor The Invisible Man produksi tahun 2020 kini dapat disaksikan melalui platform streaming Netflix. Seperti diberitakan oleh Suara, film ini lebih mengedepankan unsur ketegangan psikologis daripada mengandalkan efek kejut atau jumpscare.
Sutradara Leigh Whannell berhasil mengubah konsep klasik manusia transparan menjadi sebuah metafora yang menggambarkan trauma akibat kekerasan dalam hubungan. Langkah ini membawa film tersebut meraih kesuksesan besar dari segi kualitas maupun finansial.
Dengan anggaran produksi yang hanya sebesar 7 juta dolar, film ini meledak di pasaran global dan sukses meraup keuntungan mencapai 145 juta dolar. Pencapaian ini membuktikan bahwa kekuatan narasi mampu mengungguli kebutuhan visual yang mahal.
Proyek ini awalnya dirancang menjadi bagian dari Dark Universe milik Universal Pictures setelah kegagalan film The Mummy pada 2017. Namun, setelah rencana semesta tersebut dibatalkan, Leigh Whannell mengambil alih dengan konsep yang lebih membumi dan berfokus pada sudut pandang korban.
Keputusan tersebut menghasilkan mahakarya ketegangan yang menuai banyak pujian dari para kritikus film. Penampilan Elisabeth Moss sebagai pemeran utama dinilai sebagai salah satu akting terbaiknya karena berhasil membawakan karakter yang terguncang secara mental namun tetap berjuang mempertahankan kewarasan.
Teror Kasat Mata yang Traumatis
Alur cerita berpusat pada Cecilia Kass yang diperankan oleh Elisabeth Moss, seorang wanita yang terjebak dalam hubungan penuh kekerasan dengan Adrian Griffin. Karakter Adrian Griffin yang diperankan oleh Oliver Jackson-Cohen merupakan ilmuwan jenius bidang optik sekaligus CEO perusahaan Cobalt.
Cerita dimulai dengan adegan menegangkan saat Cecilia kabur dari rumah mewah Adrian yang terisolasi untuk bersembunyi di kediaman sahabatnya, James Lanier, seorang detektif polisi. Trauma mendalam membuat Cecilia mengidap agorafobia hingga ia merasa takut keluar rumah karena yakin Adrian akan selalu bisa melacak keberadaannya.
Kondisi semakin rumit saat adik Adrian yang bekerja sebagai pengacara, Tom Griffin, membawa kabar bahwa Adrian telah bunuh diri. Kabar duka tersebut disertai informasi warisan senilai 5 juta dolar untuk Cecilia dengan syarat ia tidak melakukan kriminal dan terbukti sehat secara mental.
Kendati menerima kabar kematian mantan pasangannya, Cecilia tidak bisa merasa tenang karena tidak ada satu pun orang yang memercayai teror kasat mata yang dialaminya. Keanehan demi keanehan di dalam rumah James membuat Cecilia terus merasa diawasi oleh sosok yang tidak terlihat, hingga ia dianggap berhalusinasi dan gila.