Film Tumbal Proyek Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 13 Mei 2026

Film Tumbal Proyek Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 13 Mei 2026

Rumah produksi pimpinan produser Dheeraj Kalwani menjadwalkan perilisan film horor terbaru berjudul Tumbal Proyek di seluruh bioskop Indonesia mulai Rabu, 13 Mei 2026. Karya layar lebar yang disutradarai oleh Jero Point ini menggabungkan unsur teror supranatural dengan konflik drama keluarga yang mendalam.

Dilansir dari Detikcom, alur cerita film ini menyoroti misteri di balik sebuah proyek pembangunan yang menyimpan rahasia kelam masa lalu. Fokus utama narasi terletak pada perjuangan seorang anak dalam mencari keberadaan ayahnya yang menghilang secara misterius di lokasi konstruksi tersebut.

Aktor Kiesha Alvaro memerankan karakter utama bernama Yuda, seorang pemuda yang hidup dalam bayang-bayang kehilangan ayahnya, Bayu. Sosok Bayu yang diperankan oleh Rendy Khrisna dikisahkan hilang tanpa jejak saat menjalankan pekerjaan di kawasan proyek.

Upaya Yuda dalam mencari jawaban atas hilangnya sang ayah justru membawanya pada penemuan fakta-fakta mengerikan yang tersembunyi. Dalam keterangan pers pada Senin (11/5/2026), disebutkan bahwa kejadian aneh di area pembangunan tersebut perlahan membuka luka lama para karakter yang terlibat.

Aktris Callista Arum turut memperkuat jajaran pemain sebagai tokoh Laras yang terlibat langsung dalam perjalanan Yuda mengungkap misteri tersebut. Selain itu, hadir pula aktris senior Karina Suwandi yang berperan sebagai Bu Martha untuk memperkuat dimensi emosional dan konflik internal dalam keluarga Yuda.

Sisi mistis dalam narasi film ini diperkuat oleh kehadiran karakter Mbah Tarmo yang dimainkan oleh Fuad Idris. Tokoh tersebut digambarkan sebagai orang pintar di sekitar lokasi proyek yang memahami sejarah serta peristiwa janggal yang terjadi di kawasan pembangunan itu.

Produksi ini tidak hanya mengedepankan unsur kejut atau jumpscare, tetapi juga mengeksplorasi tema rasa bersalah dan keberanian menghadapi hal-hal irasional. Latar proyek pembangunan yang gelap digunakan sebagai simbol kemajuan yang justru bertransformasi menjadi ruang penuh ketakutan bagi para tokohnya.

Artikel terkait

Rekomendasi