Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, dari enam putaran awal Moto3 2026 akibat dugaan manipulasi segel mesin pada Senin, 8 Juni 2026.
Hukuman pembatalan hasil balapan tersebut berlaku untuk seri Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya seperti dilansir dari Otorider. Akibat keputusan ini, posisi Fernandez di Klasemen Sementara merosot tajam dari peringkat ketiga menjadi peringkat ke-19 karena kini hanya menyisakan 13 poin dari finis keempat di GP Mugello, Italia.
Investigasi FIM berfokus pada dua mesin Honda NSF250RW bernomor #810 dan #811 yang digunakan oleh adik dari pembalap MotoGP Raul Fernandez tersebut. Berdasarkan regulasi teknis Moto3 Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin yang segelnya rusak atau dimanipulasi akan dianggap sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap, dan penggunaan mesin ilegal ini berujung pada diskualifikasi total dari balapan terkait.
Pemeriksaan pada mesin #810 dilakukan oleh Honda selaku representatif pabrikan setelah GP Prancis dengan membuka segel mesin yang habis masa pakainya. FIM menyimpulkan mesin telah dibuka tanpa izin setelah mendeteksi kejanggalan pada kawat segel yang tidak sesuai standar serta indikasi manipulasi pada stiker pengaman.
Sementara itu, mesin #811 disita oleh FIM setelah GP Mugello dan dibongkar oleh pabrikan di bawah pengawasan Technical Director pada 3 Juni 2026. Hasil pembongkaran menunjukkan adanya anomali serupa yang mengarah pada kesimpulan bahwa mesin tersebut telah diutak-atik.
Pihak Leopard Racing langsung memberikan perlawanan keras atas keputusan diskualifikasi yang dinilai dapat memupuskan karier pembalapnya tersebut. Tim yang pernah mencetak pembalap papan atas seperti Joan Mir, Fabio Quartararo, dan Miguel Oliveira ini mengajukan sejumlah poin pembelaan resmi.
Manajemen Leopard menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan menyeluruh oleh Honda dan FIM, tidak ditemukan satu pun komponen ilegal, tidak ada modifikasi pendongkrak performa, dan tidak ada part yang menyalahi regulasi. Bagi mereka, kasus ini murni masalah perbedaan interpretasi mengenai kondisi sistem penyegelan fisik mesin, bukan tindakan kecurangan teknis demi performa.
Leopard juga menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai transparansi proses karena tidak ada perwakilan tim yang dihadirkan saat inspeksi pembongkaran mesin oleh pihak pabrikan dan FIM. Tim menyatakan FIM tidak bisa menyodorkan bukti konkret kapan dan bagaimana pelanggaran itu terjadi, serta apa keuntungan kompetitif yang didapatkan oleh tim.
Melalui pernyataan resminya, Leopard Racing menyatakan akan terus mempertahankan posisinya melalui semua saluran yang tersedia, dengan tekad dan keyakinan akan kebenaran tindakannya, sambil tetap menghormati sepenuhnya lembaga-lembaga olahraga yang terlibat.