USM Alger dan Zamalek SC Berebut Gelar Final Piala Konfederasi CAF

USM Alger dan Zamalek SC Berebut Gelar Final Piala Konfederasi CAF

Klub Aljazair USM Alger dijadwalkan menjamu wakil Mesir Zamalek SC pada pertandingan leg pertama final Piala Konfederasi CAF 2025/26 di Algiers pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 20.00 waktu setempat. Pertemuan ini menandai pertama kalinya klub asal Aljazair dan Mesir berhadapan dalam partai puncak kompetisi tersebut untuk memperebutkan hadiah utama yang kini meningkat menjadi USD 4 juta.

Pertandingan leg kedua akan diselenggarakan di Kairo pada 16 Mei 2026 pukul 21.00 waktu setempat guna menentukan juara musim ini. Dilansir dari cafonline.com, babak final ini merupakan edisi kesembilan yang mempertemukan dua tim dari Afrika Utara, sekaligus menunjukkan dominasi wilayah tersebut di kancah sepak bola benua.

Menjelang laga krusial ini, Zamalek SC justru diterpa isu internal terkait penunggakan gaji pemain. Laporan dari africasoccer.com menyebutkan bahwa para pemain raksasa Mesir itu menuntut pelunasan sisa hak mereka sebelum berangkat ke Aljazair. Masalah finansial ini dipicu oleh tantangan ekonomi yang tengah dihadapi manajemen klub, di mana pemain dilaporkan baru menerima sebagian dari kompensasi musiman mereka.

Dari sisi teknis, Zamalek melaju ke final dengan rekor pertahanan yang solid, hanya kebobolan enam gol dalam 12 pertandingan sepanjang musim. Di sisi lain, USM Alger tercatat sebagai tim yang paling sering mendapatkan penalti sejak awal musim lalu dengan total lima kali pemberian dan berhasil mengonversi empat di antaranya menjadi gol.

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah menunjuk perangkat pertandingan resmi untuk menjaga kualitas laga di Algiers. Menurut laporan nilepost.co.ug, pakar keamanan stadion asal Uganda, Dickson Bond Okello, ditunjuk sebagai petugas keselamatan dan keamanan, sementara Haruna Mawanda akan bertugas sebagai komisioner pertandingan.

Musim 2025/26 ini juga mencatatkan rekor partisipasi dengan 58 klub yang terdaftar, meningkat dari 52 klub pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kebijakan Presiden CAF Dr. Patrice Motsepe yang memberikan subsidi sebesar USD 100.000 bagi klub-klub yang tersingkir di babak kualifikasi untuk meringankan beban finansial mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi