Flamengo Tekuk Cusco FC Tiga Gol Tanpa Balas di Maracana

Flamengo Tekuk Cusco FC Tiga Gol Tanpa Balas di Maracana

Klub asal Brasil Flamengo sukses menundukkan tim tamu Cusco FC dari Peru dengan skor telak 3-0 pada pertandingan terakhir Grup A Copa Libertadores di Stadion Maracana, Selasa (26/5) malam waktu setempat.

Kemenangan tersebut memastikan Flamengo lolos ke babak 16 besar secara tidak terkalahkan dengan status juara grup setelah mengumpulkan 16 poin dari hasil lima kemenangan dan satu kali imbang.

Dilansir dari tmc.com.br, skuad asuhan Leonardo Jardim kini mencatatkan selisih 12 gol, setelah memproduksi 14 gol dan hanya kebobolan dua kali di sepanjang fase grup.

Catatan performa impresif ini membuat posisi Flamengo sebagai tim dengan rekam jejak akumulasi poin terbaik di fase grup hanya bisa disamai oleh dua tim asal Argentina, yakni Independiente Rivadavia dan Rosario Central, yang belum memainkan laga terakhir mereka.

Pelatih Leonardo Jardim melakukan perombakan besar dengan menurunkan susunan pemain cadangan sejak awal laga, termasuk memasukkan kiper Andrew untuk menggantikan Agustin Rossi.

Keputusan rotasi tersebut sempat membuat publik tuan rumah kecewa hingga muncul sorakan dari tribun penonton pada babak pertama akibat minimnya gol yang tercipta meskipun Flamengo mendominasi penguasaan bola.

Laporan odia.ig.com.br menyebutkan bahwa kebuntuan Flamengo baru pecah pada babak kedua setelah masuknya sejumlah pemain pilar seperti Pedro, Erick Pulgar, Samuel Lino, dan Lucas Paquetá.

Bruno Henrique menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol berturut-turut pada menit ke-35 dan ke-39, sebelum Lucas Paquetá memperbesar keunggulan melalui eksekusi penalti pada menit ke-44 setelah pemain Cusco, Ampuero, melakukan pelanggaran handsball.

Pertandingan ini juga diwarnai oleh sorotan tajam terhadap keputusan wasit José Javier Burgos yang memimpin jalannya laga di Maracana tersebut.

Mantan wasit internasional dan pengamat hukum penyerangan lapangan, Carlos Eugênio Simon, menilai terjadi kelalaian serius dari pengadil pertandingan terhadap pelanggaran keras yang dilakukan oleh pemain lawan.

"É uma jogada forte. Entrou com as travas da chuteira e pegou o tendão de Aquiles, com força excessiva. Na minha opinião, deveria tomar o cartão vermelho por força excessiva nessa disputa de bola" kata Carlos Eugênio Simon, spesialis perwasitan saat menganalisis pelanggaran gelandang Cusco FC Carlo Diez terhadap Saúl kepada lance.com.br.

Pascapertandingan di kompetisi antarklub Amerika Selatan ini, Flamengo langsung mengalihkan fokus mereka menuju kompetisi domestik kasta tertinggi sepak bola Brasil.

Flamengo dijadwalkan bakal menjamu Coritiba di Stadion Maracana pada Sabtu (30/5) pukul 16.00 waktu setempat, yang sekaligus menjadi pertandingan penutup klub sebelum kompetisi memasuki masa jeda panjang menjelang pergelaran Piala Dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi