Petenis asal Italia, Flavio Cobolli, gagal meraih gelar juara setelah mengalami kram fisik berat pada laga final Grand Chelem pertamanya di turnamen Roland-Garros 2026, Paris, Minggu (7/6).
Kekalahan dalam duel sengit lima set di lapangan Philippe-Chatrier tersebut diakui Cobolli terjadi akibat kondisi fisiknya yang mendadak ambruk saat memasuki momen-momen krusial pertandingan melawan Alexander Zverev.
Masalah fisik tersebut mulai dirasakan oleh tunggal putra Italia ini ketika set keempat hampir berakhir, tepatnya saat laga sedang memasuki fase penentu atau tie-break.
"Dans le quatrième set, à 6-4 au tie-break, j'ai senti des crampes dans mon mollet [...] Mon mollet n'était plus là. Et à la fin, après le deuxième jeu (dans le cinquième set), c'était aussi le cas de mon quadriceps. Je me sentais complètement épuisé. Mon corps m'a lâché sur le court" tutur Flavio Cobolli dalam konferensi pers pascapertandingan yang dilansir franceinfo.fr.
Sebelum memasuki babak semifinal, Cobolli tercatat telah menghabiskan durasi bertanding yang sangat panjang di atas lapangan dengan akumulasi waktu mencapai 13 jam 1 menit.
Meskipun demikian, Cobolli sebenarnya memiliki keuntungan waktu istirahat pada hari Jumat karena lawannya di semifinal, Matteo Arnaldi, memutuskan mundur akibat cedera sebelum derbi Italia itu dimulai.
Perjuangan keras Cobolli sempat membuahkan hasil saat ia merebut set keempat melalui tie-break setelah tertinggal pada set-set sebelumnya, namun ia akhirnya tumbang dengan skor telak 6-1 pada set kelima.
Kondisi kaki yang kaku terlihat jelas saat Cobolli berjalan menuju podium untuk menerima trofi selaku runner-up turnamen tanah liat tersebut.
Cobolli mengamati bahwa stamina lawannya juga terkuras, tetapi sang lawan dinilai memiliki daya tahan yang jauh lebih baik untuk menyelesaikan set penentu.