Manajemen Real Madrid mengambil langkah tegas dengan memberikan pembelaan resmi terhadap penyerang mereka, Kylian Mbappe, di tengah gelombang kritik dari publik menyusul kegagalan klub meraih trofi domestik besar dalam dua musim terakhir.
Langkah pembelaan ini muncul seiring memanasnya ruang ganti Los Blancos akibat dominasi Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick, meskipun Mbappe secara individu tampil tajam dengan mencetak 86 gol dari 103 laga sejak bergabung pada musim panas 2024.
Dilansir dari media Spanyol AS, sejumlah anggota skuad Los Blancos dilaporkan merasa frustrasi terhadap rentetan keputusan penyerang berusia 27 tahun itu yang dinilai lebih memprioritaskan kepentingan pribadi, namun dukungan penuh tetap diberikan oleh pihak manajemen klub.
"Dia akan memberikan banyak hal untuk kami dan saya yakin dia akan sukses di Real Madrid," ujar Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Pihak manajemen menekankan bahwa kualitas mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut tidak selayaknya dipertanyakan oleh publik sepak bola karena torehan statistiknya telah membuktikan kemampuan luar biasa yang ia miliki.
"Mbappe adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Anda hanya perlu melihat statistiknya untuk memahami kualitas yang dimiliki pemain kami. Tidak ada yang seharusnya meragukan kemampuan pemain luar biasa seperti dirinya," tegas Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Selain itu, manajemen klub juga menepis isu miring terkait rencana perombakan lini serang tim dan memastikan bahwa jajaran pemain bintang mereka saat ini tidak akan dilepas.
"Tenu saja Mbappe, Vinicius, dan Bellingham akan terus bermain untuk Real Madrid," kata Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Perez kemudian mengumumkan penunjukan kembali Jose Mourinho sebagai pelatih baru untuk menggantikan proyek taktis sebelumnya yang sempat dipimpin oleh Alvaro Arbeloa dan Xabi Alonso.
"Dia sangat penting bagi Real Madrid pada masanya. Mourinho adalah pelatih yang membawa tim meraih Liga Rekor dan meningkatkan daya saing tim ke level yang sangat tinggi. Itu menjadi fondasi bagi berbagai kesuksesan yang datang setelahnya," kata Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Guna memperkuat tim, Real Madrid dipastikan mendatangkan bek Liverpool Ibrahima Konate dan sedang mengincar bek sayap Inter Milan Denzel Dumfries yang memiliki klausul pelepasan senilai 20 juta euro.
Mantan pemain tim nasional Prancis, Marcel Desailly, turut memberikan pembelaan terhadap performa dan kehidupan pribadi kompatriotnya di tengah sorotan tajam media mengenai perjalanan liburan sang penyerang ke Italia.
"Mbáppé sebenarnya tidak pernah menjadi masalah bagi seorang pelatih," kata Marcel Desailly, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Desailly menilai Jose Mourinho yang dijadwalkan mengambil alih kendali kepelatihan Real Madrid musim panas ini harus menyesuaikan sistem taktis tim di sekitar sang penyerang produktif.
"Mourinho akan mengatakan hal yang sama: ‘Saya senang dengan 40 atau 42 gol per tahun dari Mbáppé, saya hanya perlu menyesuaikan diri di sekitarnya.’ Dia adalah penyerang," tambah Marcel Desailly, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Desailly juga meminta publik tidak berlebihan dalam mencampuri urusan di luar lapangan karena setiap pemain berhak memiliki kehidupan pribadi di waktu luangnya.
"Setiap orang boleh berkomentar tentang apa yang terjadi dalam kehidupan pribadinya atau kebutuhannya untuk bepergian. Tentunya ada pendukung Madrid yang berpendapat bahwa seorang pemain tidak boleh memiliki kehidupan pribadi dan harus sepenuhnya mdedikasikan diri untuk klub. Persepsi seperti itu selalu ada. Saya juga merasakannya saat masih bermain sepak bola - di mana, dalam arti tertentu, Anda menjadi milik para penggemar. Itu benar dan kami senang akan hal itu, tetapi janganlah berlebihan. Saya melakukan apa yang saya inginkan di waktu luang saya. Jangan datang dan menanyakan hal itu kepada saya. Jadi, saya tidak melihatnya sebagai masalah bagi Mourinho. Ini hanyalah sebuah penyesuaian," jelas Marcel Desailly, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Desailly menambahkan bahwa kegagalan sistem kolektif di Santiago Bernabeu dalam mengakomodasi bakat menyerang merupakan masalah utama, bukan kontribusi bertahan dari sang pemain bintang.
"But this is not entirely because Mbáppé. He does not track back? So what? What is your problem? You can accommodate one player—even one and a half or two—in a team who does not track back. Yes, you can accommodate it. You are Real Madrid. You can adjust it, especially for a guy who scores 40 goals a season," tegas Marcel Desailly, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Kepastian mengenai proyek masa depan klub serta posisi manajemen ini akan ditentukan dalam pemilihan presiden Real Madrid yang digelar pada 7 Juni 2026, mempertemukan Florentino Perez dengan penantangnya, Enrique Riquelme.