Florentino Perez Menangi Pemilihan Presiden Real Madrid

Florentino Perez Menangi Pemilihan Presiden Real Madrid

Kursi kepemimpinan Real Madrid kembali ditempati oleh Florentino Perez. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Suara, pria berusia 79 tahun tersebut sukses memenangi pemilihan suara yang digelar pada hari Minggu lalu.

Perez berhasil mengamankan posisinya di Santiago Bernabeu setelah menundukkan rivalnya, Enrique Riquelme. Keberhasilan ini membuat masa jabatan Perez sebagai orang nomor satu di klub tersebut resmi bertambah hingga empat tahun ke depan.

Proses pemungutan suara ini mencatatkan sejarah baru bagi internal klub. Pasalnya, momen ini menjadi kompetisi pemilihan presiden Real Madrid pertama yang benar-benar memicu persaingan ketat sejak tahun 2006.

Komisi pemilihan klub mengumumkan bahwa Perez mendominasi dengan perolehan 65 persen atau setara dengan 21.741 suara. Di sisi lain, Riquelme hanya mampu mengumpulkan 35 persen yang berasal dari 11.814 suara partisipan.

Perez menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota klub yang telah menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi tersebut.

"Kami memperoleh hasil terbaik kedua dalam sejarah pemilihan Real Madrid. Ini adalah hasil yang luar biasa," kata Perez dilansir dari ESPN.

"Hari ini Real Madrid yang menang. Kami telah menunjukkan contoh demokrasi kepada dunia. Kami akan terus bekerja agar Real Madrid terus memenangkan trofi. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi. Bersama-sama, kami masih memiliki banyak sejarah yang akan diciptakan," lanjutnya.

Rekam jejak Perez di jajaran eksekutif klub bermula pada periode 2000 sampai 2006. Sempat menepi, ia kembali menduduki jabatan presiden sejak tahun 2009 dan terus bertahan hingga saat ini.

Raksasa Spanyol tersebut mengalami era emas penuh prestasi sepanjang kepemimpinan Perez. Lemari piala Los Blancos sukses dihiasi oleh tujuh trofi Liga Champions serta tujuh gelar juara La Liga.

Agenda pemilihan ini bergulir setelah melewati masa kampanye selama dua pekan. Langkah Perez menggelar pemilu terhitung mengejutkan, terutama setelah klubnya gagal mengamankan satu pun trofi mayor dalam dua musim pamungkas.

Perez sempat menebar sejumlah janji besar sebelum pemungutan suara berlangsung. Rencana tersebut meliputi penunjukan Jose Mourinho sebagai juru taktik baru, serta perekrutan pemain seperti Ibrahima Konate dan Denzel Dumfries.

Lini serang juga menjadi fokus utama sang presiden terpilih. Ia berkomitmen menggelontorkan dana fantastis melampaui 150 juta euro demi mengamankan tanda tangan satu penyerang bintang dunia.

Rivalnya, Enrique Riquelme, maju dengan mengusung konsep perubahan yang kontras. Pengusaha berumur 37 tahun tersebut sebelumnya berniat mendaratkan Jurgen Klopp ke kursi pelatih, didampingi Rodri dan Erling Haaland dari Manchester City.

Walaupun harus menerima kekalahan, Riquelme tetap menunjukkan sikap sportif dengan memberikan ucapan selamat bagi rivalnya dan mengapresiasi para anggota klub.

"Iya saya ingin mengucapkan selamat kepada Florentino Perez atas kemenangan ini," kata Riquelme.

"Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh anggota yang mendengarkan kami dan memahami pentingnya memberikan suara setelah 20 tahun. Kami memiliki garis merah yang jelas, yaitu menolak penjualan klub. Kami tahu bahwa Real Madrid tidak untuk dijual," ujarnya.

Perez kini bersiap merealisasikan seluruh proyek besar yang telah ia tawarkan demi menjaga kejayaan Real Madrid di panggung dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi