Florentino Perez dipastikan tetap menjabat sebagai Presiden Real Madrid setelah memenangi pemilihan presiden klub pada Minggu, 7 Juni 2026. Hasil pemungutan suara menunjukkan Perez memperoleh 65 persen suara, sementara rivalnya, Enrique Riquelme, mengantongi 35 persen suara.
Dilansir dari The Guardian, total sebanyak 33.555 anggota klub menggunakan hak suara mereka dalam pemilu pertama Real Madrid dalam 20 tahun terakhir ini. Pengumuman hasil sempat tertunda karena Riquelme mempertanyakan validitas sekitar 1.000 surat suara pos, yang akhirnya menyebabkan lebih dari 400 surat suara dibatalkan.
Kemenangan ini memberikan mandat kepada Perez untuk memimpin selama lima tahun ke depan serta memuluskan rencananya menjual 5 persen saham klub. Selain itu, kemenangan ini membuka jalan bagi penunjukan Jose Mourinho sebagai manajer baru dan rencana pengajuan tawaran transfer minimal 150 juta euro pada hari Selasa untuk pemain yang diduga adalah Michael Olise.
Di sisi lain, Enrique Riquelme menerima hasil pemilihan tersebut dan menyampaikan pidato di hadapan para anggota klub setelah kekalahannya dipastikan. Riquelme mengapresiasi jalannya pemilu dan menganggap kampanye ini sebagai langkah awal yang penting.
"Congratulations to Florentino for his victory. And also to the Real Madrid members who were able to vote. It’s a great victory for this candidacy. For us, this isn’t the end, it’s the beginning. Real Madrid won’t go 20 years without another election." ujar Enrique Riquelme, Kandidat Presiden Real Madrid, seperti dilansir Managing Madrid.
Pengusaha energi asal Alicante tersebut juga menekankan pentingnya menghargai warisan klub sembari terus mendorong ruang dialog bagi para anggota di masa depan.
"The Real Madrid members who will continue to vote for four years. Respect for the legacy and extending a hand to the debate that we haven’t had. The best thing is that the members are heard. It’s a pleasure to be with you." kata Enrique Riquelme, Kandidat Presiden Real Madrid.
Sebelumnya, jalannya kampanye selama 14 hari diwarnai perdebatan mengenai rencana Perez mengubah model struktur kepemilikan Real Madrid yang telah bertahan sejak 1902. Perez berargumen bahwa undang-undang tersebut bertujuan melindungi kepemilikan suporter dengan memberikan nilai finansial pada keanggotaan, sementara Riquelme mengkritik langkah tersebut sebagai upaya privatisasi klub.