Presiden Real Madrid Florentino Perez memanggil Kylian Mbappe untuk menghadiri pertemuan darurat di markas klub menyusul ketegangan internal yang memuncak setelah pertandingan melawan Real Oviedo pada Kamis malam.
Dilansir media Spanyol AS melalui Goal.com, pertemuan yang awalnya direncanakan sebagai diskusi strategis masa depan klub kini berubah menjadi rapat krisis akibat retaknya hubungan antara Mbappe, staf pelatih, dan rekan setimnya.
Pihak manajemen Los Blancos merasa kendali atas skuad bintang terancam setelah penyerang asal Prancis itu melontarkan pernyataan kontroversial di depan media yang membuat ruang ganti terpecah belah.
Manajemen Real Madrid kini fokus memulihkan disiplin tim, dan Jose Mourinho dikabarkan bersiap mengambil alih kursi pelatih kepala untuk menegakkan kembali hierarki tanpa kompromi di klub tersebut.
Langkah tegas Perez ini diambil demi mengutamakan klub di atas individu, serupa dengan tindakan tangan besi yang pernah ia terapkan saat melepas ikon klub seperti Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos di masa lalu.
Ketegangan ini dipicu oleh rasa frustrasi para pemain setelah Real Madrid mengalami kemerosotan performa drastis pada paruh kedua musim 2025/2026 di bawah asuhan Alvaro Arbeloa.
“Kami memulai musim dengan baik, lalu kami kehilangan segalanya di paruh kedua musim,” ujar Mbappe kepada media selepas pertandingan melawan Real Oviedo, dikutip dari Liputan6.com.
Komentar tersebut dinilai banyak pihak sebagai sindiran kepada Vinicius Junior yang sempat memicu keretakan hubungan dengan mantan pelatih Xabi Alonso sejak laga El Clasico pada Oktober silam.
“Itu sangat menyakitkan. Saya merasa kami punya gaya bermain, struktur, dan kami kehilangan semuanya,” tutur Mbappe.
Kondisi internal semakin pelik setelah Alonso dibebastugaskan pada Januari, sementara penunjukan Arbeloa justru membawa rentetan hasil buruk termasuk kegagalan di Copa del Rey dan Liga Champions.
Di sisi lain, Mbappe juga mengonfirmasi posisinya yang mulai terpinggirkan dari skuad utama di bawah arahan pelatih Arbeloa saat ini.
“Saya baik-baik saja, saya 100 persen sehat,” kata Mbappe saat diwawancarai wartawan, dilansir dari JawaPos.com melalui Empire of the Kop.
Penyerang timnas Prancis tersebut membeberkan bahwa dirinya kini hanya menjadi pilihan keempat di lini depan setelah beberapa nama pemain lain.
“Saya tidak bermain karena pelatih [Arbeloa] memberi tahu saya bahwa saya adalah penyerang pilihan keempat dalam skuad setelah [Franco] Mastantuono, Vinicius [Junior] dan Gonzalo. Saya menerimanya dan bermain sesuai waktu yang diberikan. Saya rasa saya bermain dengan baik,” ucap Mbappe.
Meski mengaku menerima keputusan tersebut, pernyataan Mbappe di media dianggap mempertegas adanya disharmoni yang meracuni kekompakan tim menjelang bursa transfer musim panas.
“Saya sudah siap untuk bermain sebagai starter. Saya tidak marah kepada manajer. Anda harus selalu menghormati keputusan pelatih. Saya akan bekerja keras untuk kembali ke starting lineup,” cetus Mbappe.
Statistik mencatat rata-rata poin Real Madrid merosot menjadi 1,92 per pertandingan sejak dipegang Arbeloa, berbanding terbalik dengan catatan 2,24 poin per laga saat masih dilatih Xabi Alonso.