Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid Hingga Tahun 2030

Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid Hingga Tahun 2030

Florentino Perez kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin klub sepak bola Real Madrid sebagai presiden hingga tahun 2030 setelah memenangkan pemilihan presiden klub. Pria berusia 79 tahun tersebut langsung memaparkan arah kepemimpinan serta sejumlah komitmen dan target strategisnya untuk periode lima tahun ke depan.

Kemenangan dalam pemilihan tersebut memicu penegasan dari manajemen demi menjaga tradisi juara di Santiago Bernabeu, sebagaimana dilansir dari Sportsetup. Kesuksesan di lapangan hijau dinilai menjadi fondasi utama bagi klub untuk mempertahankan status raksasa di dunia.

"Kami telah memenangkan pemilu dan akan terus bekerja untuk menjaga Real Madrid tetap memenangkan gelar," kata Florentino Perez, Presiden Real Madrid.

Perez juga membidik pencapaian besar lainnya di kompetisi Eropa selama masa jabatannya tersebut. Manajemen menargetkan penambahan koleksi trofi untuk mengejar gelar Liga Champions yang ke-16 bagi klub asal Spanyol tersebut.

Selain prestasi di dalam lapangan, fokus utama kepemimpinan mengarah pada aspek independensi kelembagaan. Upaya mempertahankan identitas lama yang mandiri menjadi penekanan penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

"Inilah Real Madrid yang kita inginkan. Real Madrid yang independen dan tidak takut menghadapi tantangan maupun rintangan," kata Florentino Perez, Presiden Real Madrid.

Komitmen masa depan juga mencakup pemaksimalan potensi Stadion Santiago Bernabeu yang baru direnovasi dan menjaga komposisi skuad kelas dunia. Struktur kepemilikan klub dipastikan tidak berubah agar tetap dipegang sepenuhnya oleh para anggota atau socios.

"Selama saya menjadi presiden, Real Madrid telah, sedang, dan akan selalu menjadi milik para anggotanya," tegas Florentino Perez, Presiden Real Madrid.

Sistem kepemilikan oleh socios dinilai menjadi bagian krusial dari identitas sejarah Real Madrid yang membedakannya dengan klub-klub elite Eropa lain. Model organisasi tradisional ini dipastikan bakal terus dipertahankan demi generasi masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi