Gejolak internal melanda Federasi Sepak Bola Timnas Curacao (FFK) setelah Fred Rutten secara mendadak memutuskan untuk menanggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala. Keputusan krusial ini diambil hanya satu bulan sebelum tim berjuluk La Familia Azul tersebut menjalani laga perdana di Piala Dunia 2026.
Dikutip dari Suara, langkah pengunduran diri Rutten menjadi anomali besar karena FFK baru saja menegaskan penolakan terhadap tuntutan sponsor serta pemain untuk mengganti nahkoda tim. Namun, gelombang desakan agar mantan pelatih Dick Advocaat kembali menjabat nampaknya menjadi faktor yang tidak bisa lagi dibendung oleh federasi.
Situasi ini semakin menarik karena Dick Advocaat dikabarkan siap kembali merumput di pinggir lapangan setelah kondisi kesehatan putrinya membaik. Jika resmi menggantikan Rutten, Advocaat akan mengukir sejarah baru sebagai manajer tertua sepanjang sejarah perhelatan Piala Dunia.
Pertemuan antara Presiden FFK Gilbert Martina dan Fred Rutten dilaporkan berlangsung secara terbuka untuk mencari solusi atas kebuntuan yang terjadi. Meskipun Rutten tidak terlibat konflik langsung secara personal, ia merasa kondisi tim sudah tidak lagi kondusif untuk bekerja secara profesional.
“Iklim yang merusak hubungan profesional yang sehat di antara pemain dan staf tidak boleh dibiarkan muncul,” ujar Rutten dalam pernyataan resmi di media sosial federasi.
Rutten menilai keputusannya untuk meninggalkan kursi pelatih adalah langkah yang paling masuk akal demi kebaikan tim nasional di masa depan.
“Adalah bijaksana untuk mundur. Waktu sangat mendesak dan Curacao harus terus melangkah maju,” tambah Rutten menjelaskan alasannya pergi.
Kembalinya Sosok Dick Advocaat
Dick Advocaat sebelumnya merupakan pahlawan bagi Curacao karena berhasil membawa tim kepulauan Karibia ini lolos ke Piala Dunia pada November tahun lalu. Ia sempat pamit pada Februari untuk fokus pada keluarganya, sebelum akhirnya posisi tersebut diisi oleh Fred Rutten.
Laporan media Belanda mengonfirmasi bahwa mayoritas pemain di ruang ganti masih sangat menginginkan kepemimpinan pelatih veteran berusia 78 tahun tersebut. FFK dijadwalkan akan menggelar konferensi pers pada hari Selasa untuk memberikan rincian transisi pelatih yang sangat mendesak ini.
Curacao mencatatkan sejarah sepak bola dengan memastikan tempat di putaran final Piala Dunia, namun persiapan mereka kini terganggu oleh drama pergantian pelatih. Tim ini dijadwalkan menghadapi tantangan berat melawan raksasa Jerman pada laga pembuka Grup E di Houston, 14 Juni mendatang.