SC Freiburg memimpin sementara dengan skor 2-0 atas Sporting Braga pada babak pertama pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa di Europa-Park Stadion, Kamis, 7 Mei 2026 malam. Keunggulan tersebut membuat agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan wakil Jerman setelah sebelumnya tertinggal satu gol pada pertemuan pertama.
Gol pembuka tim tuan rumah dicetak oleh Lukas Kubler pada menit ke-19 setelah memanfaatkan bola pantul di depan gawang Hornicek menurut laporan sportschau.de. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-41, Johan Manzambi menggandakan keunggulan Freiburg melalui tendangan melengkung yang gagal diantisipasi pertahanan Braga.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal, terutama setelah wasit Davide Massa mengeluarkan kartu merah untuk pemain Braga, Mario Dorgeles, pada menit keenam akibat pelanggaran keras. Kondisi ini membuat tim asuhan Carlos Vicens harus bermain dengan sepuluh orang di hadapan 34.700 penonton yang memadati stadion.
Pelatih Freiburg, Julian Schuster, melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Lukas Kubler dan Hofler sejak awal laga untuk mengejar ketertinggalan agregat. Berdasarkan data beinsports.com, Freiburg berupaya menjadi klub Jerman ketiga yang mencapai final Liga Europa dalam lima musim terakhir setelah Eintracht Frankfurt dan Bayer Leverkusen.
"At the moment, you don't have to dig too deep to get through to the players, we are very focused, extremely focused," kata Julian Schuster, Pelatih SC Freiburg.
Schuster menambahkan bahwa komunikasi antar pemain terjalin sangat baik dan dukungan dari suporter di kota tersebut memberikan kekuatan tambahan bagi tim. Ia menilai atmosfer stadion menjadi faktor kunci dalam menghadapi kualitas penguasaan bola yang dimiliki oleh Sporting Braga.
"There are limits [to what I can say], they don't need the coach to be able to fall asleep at night. The players talk to each other a lot." ujar Julian Schuster, Pelatih SC Freiburg.
Antusiasme tinggi juga terlihat di luar lapangan dengan banyaknya penggemar yang memadati area sekitar stadion sejak siang hari. Dilansir dari zerozero.pt, Braga sebenarnya memiliki modal pengalaman lebih besar di kompetisi Eropa dibandingkan Freiburg, termasuk keberhasilan mereka mencapai final pada musim 2010/11.
"Of course, on the street the fans talk to us, ask us for tickets. The fans can make the game as big as they want, it's uniting the whole city, it's the strength of football, of Freiburg." kata Julian Schuster, Pelatih SC Freiburg.
Menanggapi pendekatan lawan, Schuster menyadari bahwa Braga memiliki rencana permainan yang konsisten meski mereka sempat memiliki keunggulan tipis dari laga pertama. Ia menekankan pentingnya kesiapan tim saat lawan menguasai bola dan kemampuan untuk menciptakan peluang dari momen positif.
"Looking at the previous games, they usually have the same plan." ujar Julian Schuster, Pelatih SC Freiburg.
Instruksi teknis terus diberikan agar pemain tetap waspada meski sudah unggul dua gol di babak pertama. Schuster meminta anak asuhnya untuk tidak lengah terhadap ancaman serangan balik yang mungkin dilancarkan oleh tim tamu.
"I think it will be a mix. They will have the normal gameplan, but of course, this small advantage can change some things." kata Julian Schuster, Pelatih SC Freiburg.
Fokus utama bagi Freiburg adalah menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan guna mempertahankan tiket menuju partai puncak di Istanbul. Kualitas penguasaan bola Braga diakui menjadi tantangan tersendiri bagi lini tengah tuan rumah.
"For us, what is important is to know that Braga have quality, they are good in possession, and we have to accept that, but in recent games we had many positive moments." ujar Julian Schuster, Pelatih SC Freiburg.
Dukungan penonton di Europa-Park Stadion diharapkan terus membakar semangat juang para pemain hingga peluit panjang dibunyikan. Schuster meyakini atmosfer tersebut akan membantu tim melewati tekanan di babak semifinal ini.
"That will help the atmosphere in the stadium, especially for a semi-final. We have to be prepared for when Braga have the ball and create chances, and we have to create our chances." kata Julian Schuster, Pelatih SC Freiburg.
Pemenang dari laga ini dijadwalkan akan menghadapi salah satu wakil Inggris, Nottingham Forest atau Aston Villa, dalam pertandingan final yang akan digelar pada 20 Mei mendatang di Istanbul.