Mimpi Arsenal untuk mengangkat trofi Liga Champions musim 2025/2026 harus kandas di partai puncak. Tim berjuluk The Gunners tersebut kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui babak adu penalti dalam laga final yang digelar di Puskas Arena, Budapest, seperti dikutip dari Suara.
Pertandingan sengit kedua tim berakhir imbang dengan skor 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai. Pada babak adu penalti, bek asal Brasil, Gabriel Magalhaes, maju sebagai penendang terakhir Arsenal namun bola sepakannya melambung di atas mistar gawang.
Hasil tersebut memastikan Arsenal menyudahi kompetisi elite Eropa ini sebagai runner-up. Pascapertandingan, Gabriel Magalhaes langsung mendapat gelombang kritik di media sosial akibat kegagalan krusial tersebut.
Situasi sulit yang menimpa Gabriel Magalhaes mengundang simpati dari legenda Chelsea, John Terry. Mantan kapten Timnas Inggris tersebut memahami betul tekanan batin yang dirasakan sang bek, mengingat dirinya pernah mengalami momen serupa pada final Liga Champions tahun 2008 di Moskow saat menghadapi Manchester United.
"Wah, cara yang sangat menyakitkan untuk kalah," kata Terry dilansir dari Tribal Football.
"Saya benar-benar salah dalam prediksi saya. Saya pikir PSG tampil kurang baik dan Arsenal memulai pertandingan dengan sangat bagus lewat gol Kai Havertz. Tapi saya harus memberikan apresiasi kepada Arsenal karena mereka tampil luar biasa di Premier League dan Liga Champions," lanjutnya
John Terry menilai kekalahan lewat drama adu penalti merupakan cara yang paling tidak menyenangkan bagi sebuah tim sepak bola untuk menyudahi perjuangan panjang mereka.
"Tapi mereka gagal dan itu cara yang sangat menyakitkan untuk kalah. Saya ikut merasakan apa yang dialami Gabriel karena saya pernah berada di posisi itu. Percayalah, beberapa hari ke depan tidak akan mudah dan perasaan itu akan semakin berat," ujarnya.
Motivasi untuk Bangkit Musim Depan
Mantan bek Chelsea itu memberikan petuah agar Gabriel Magalhaes tidak larut dalam kesedihan dan segera fokus menatap masa depan sepak bolanya.
"Tapi hidup terus berjalan dan Anda harus kembali mencoba musim depan. Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Kalah seperti itu dan gagal mengeksekusi penalti terakhir adalah perasaan yang sangat menyakitkan. Saya pernah mengalaminya sendiri dan itu benar-benar buruk," lanjut Terry.
Kendati gagal di final Liga Champions, Arsenal tetap mengukir pencapaian impresif pada musim ini. Skuad asuhan Mikel Arteta berhasil mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun dengan menjadi juara, sekaligus menembus final kompetisi tertinggi Eropa untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir.