Penampilan Olivia Rodrigo saat menghadiri acara Spotify Billions Club di Barcelona baru-baru ini menjadi pusat perhatian dan memicu diskusi hangat di jagat maya. Pelantun lagu Vampire tersebut tampil mencolok dengan mengusung konsep busana bergaya babydoll yang memiliki nuansa retro kental.
Dilansir dari Wolipop, penyanyi muda ini mengenakan atasan model puff sleeve yang dipercantik dengan berbagai hiasan kristal atau embellishment hasil rancangan dari Generation78. Busana tersebut kemudian dipadukan dengan sepatu boots hitam tinggi dari merek Dr. Martens.
Gaya busana ini mendadak ramai dibahas oleh para pengguna media sosial karena dinilai unik namun kontroversial. Sejumlah netizen melontarkan kritik dan menganggap pilihan pakaian Olivia terlihat terlalu kekanak-kanakan serta tidak mencerminkan citra seorang bintang pop pada umumnya.
Meskipun mendapatkan beragam komentar miring, Olivia Rodrigo tampaknya tetap teguh dengan pilihan estetikanya. Ia memang diketahui tengah konsisten mengusung konsep feminin vintage untuk mempromosikan era album barunya yang bertajuk You seem pretty sad for a girl so in love.
Sentuhan gaya serupa juga terlihat dalam karya visual terbarunya. Gaun bermodel babydoll tersebut kembali dikenakan oleh Olivia dalam video musik untuk lagu barunya yang berjudul Drop Dead.
Pembelaan Penggemar Terhadap Tren Babydoll
Di tengah gelombang kritik, banyak penggemar setianya yang tampil memberikan pembelaan bagi sang idola. Mereka berargumen bahwa pemilihan gaun babydoll tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap referensi fashion yang pernah berjaya pada masa lalu.
Para penggemar menilai gaya tersebut merujuk pada tren era 1960-an dan 1990-an yang memang identik dengan siluet feminin serta kesan playful. Selain itu, penggunaan sepatu boots memberikan sentuhan sedikit grunge yang menjadi ciri khas musisi pada era tersebut.
Secara teknis, babydoll dress merupakan model gaun pendek yang memiliki potongan longgar. Pakaian ini biasanya dilengkapi dengan detail tambahan seperti renda, pita, ruffle, hingga penggunaan bahan transparan seperti sutra atau chiffon.
Tren busana ini tercatat pertama kali meraih popularitas pada tahun 1940-an. Gaya ini kemudian kembali meledak pada era 1990-an yang dipopulerkan oleh sejumlah musisi ternama, salah satunya adalah Courtney Love.