Film horor komedi bertajuk Ghost in the Cell berhasil mengumpulkan 3 juta penonton di seluruh bioskop Indonesia hingga hari ke-25 penayangannya pada Minggu, 10 Mei 2026. Karya sutradara Joko Anwar ini mempertahankan tren positif sejak pertama kali diluncurkan ke publik pada 16 April 2026 lalu.
Pencapaian angka penonton tersebut dilaporkan oleh medcom.id sebagai bentuk antusiasme besar penonton terhadap cerita kehidupan narapidana. Film yang dibintangi oleh Abimana Aryasatya dan Morgan Oey ini mengangkat tema perjuangan tahanan melawan penindasan pejabat lapas dan kekerasan antarnapi.
Narasi dalam film ini berkembang saat kedatangan narapidana baru dan hantu memicu rangkaian kematian tragis di dalam sel. Para karakter digambarkan mencoba berbagai cara untuk bertahan, mulai dari beribadah hingga mengikuti kelas tari guna memancarkan energi positif di tengah lingkungan yang korup.
Sutradara Joko Anwar memberikan apresiasi khusus melalui media sosial pribadinya atas dukungan masyarakat terhadap film ini.
"ALHAMDULILLAH PUJI TUHAN. Sampai dengan sore hari ke-25, Ghost in the Cellsudah mencapai 3 juta penonton. Terima kasih yang sudah jadi bagian dari pencapaian kita bersama ini!" tulis Joko Anwar.
Selain pencapaian komersial, materi film ini mulai dikaitkan dengan nilai-nilai filosofis oleh publik. Melansir bali.idntimes.com, karakter-karakter protagonis dalam film tersebut memiliki keterkaitan dengan konsep Panca Yama Brata atau lima pengendalian diri dalam ajaran Hindu, seperti Ahimsa dan Satya.
Identifikasi karakter melalui ajaran tersebut meliputi aspek tanpa kekerasan, kejujuran, serta kebebasan dari keinginan duniawi yang berlebihan. Hal ini relevan dengan plot film yang menekankan pada solidaritas para narapidana untuk melawan kebusukan oknum pejabat yang melindungi koruptor.