Kegagalan mengamankan poin krusial di laga terakhir memastikan Girona terdegradasi ke Segunda Division setelah melewati akhir musim yang buruk dalam kompetisi LaLiga Spanyol pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Hasil minor tersebut membuat skuad asuhan Michel Sanchez tidak mampu menghindari lubang degradasi dan harus turun ke kasta kedua sepak bola Spanyol tepat satu tahun setelah mereka mencetak sejarah bermain di Liga Champions.
Keterpurukan Blanquivermells dipicu oleh start buruk di awal musim dengan catatan hanya sekali berada di luar zona merah dari 17 pekan pertama, sebelum sempat bangkit di pertengahan tahun dan memelihara asa ke Eropa.
Dilansir dari BeSoccer, performa Girona justru merosot tajam menjelang akhir kompetisi akibat melewati delapan pertandingan beruntun tanpa satu pun kemenangan yang menjadi beban berat bagi tim.
Masalah krusial di lini pertahanan dan lini serang juga menjadi penyebab utama kegagalan total dari strategi taktis yang diterapkan oleh pelatih Michel Sanchez sepanjang musim ini.
Sektor penjaga gawang sempat bermasalah saat Paulo Gazzaniga tampil tidak konsisten, sementara Dominik Livakovic menuntut menit bermain demi Piala Dunia sebelum akhirnya hengkang dan memicu kedatangan Marc-Andre ter Stegen.
Namun, Ter Stegen justru mengalami cedera parah sehingga tidak mampu memberikan kontribusi maksimal dalam upaya menyelamatkan klub dari jurang penurun kasta.
Ketajaman lini depan tim juga menurun drastis sejak kepindahan Artem Dovbyk ke AS Roma karena manajemen gagal mendatangkan penyerang pengganti yang memiliki kualitas sepadan.
Striker baru Vladyslav Vanat kesulitan beradaptasi dengan atmosfer kompetisi dan harus absen pada laga-laga krusial di akhir musim akibat mengalami cedera serius.
Penurunan performa drastis ini menjadi pukulan telak bagi klub yang dua tahun lalu sempat bersaing memperebutkan gelar juara sebelum akhirnya status kemitraan dengan Manchester City gagal menyelamatkan mereka dari degradasi.