Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, melontarkan kritik keras terhadap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait penetapan lokasi dan jadwal babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Arnold menilai prosedur tersebut tidak adil bagi Timnas Indonesia yang harus melakoni jadwal padat sebagai tim tamu.
Keputusan AFC dalam menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah fase playoff dianggap menyalahi rencana awal. Dilansir dari Suara, perubahan lokasi pertandingan ini berdampak signifikan pada hasil yang diraih skuad Garuda saat bertandang ke markas lawan pada Oktober 2025.
Asosiasi Sepak Bola Qatar dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi resmi ditetapkan sebagai penyelenggara oleh AFC meski awalnya pertandingan dijadwalkan di tempat netral. Kebijakan ini memicu polemik lantaran peringkat FIFA Irak saat pengumuman dilakukan pada Juni 2025 masih berada di atas Arab Saudi.
"Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengonfirmasi Asosiasi Sepak Bola Qatar dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi sebagai Asosiasi Anggota Tuan Rumah untuk Playoff Kualifikasi Asia AFC (babak keempat) yang akan datang," bunyi keterangan resmi dari AFC.
Dampak dari keputusan tersebut terlihat dari minimnya waktu istirahat pemain Indonesia yang baru mendarat di Arab Saudi pada Selasa, 7 Oktober 2025. Hanya berselang sehari, anak asuh Jay Idzes harus bertanding dan kalah 2-3 dari tuan rumah, sebelum akhirnya kembali takluk 0-1 dari Irak pada 11 Oktober 2025.
"Jujur, saya merasa playoff (babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia) itu tidak adil. Terutama dengan apa yang terjadi dengan Timnas Indonesia," ucap Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.
Arnold menekankan adanya perubahan mendadak mengenai status lokasi pertandingan yang awalnya dijanjikan di tempat netral namun berubah saat undian dilakukan.
"Pada awal kualifikasi, kami diberitahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral. Namun, ketika undian dilakukan, semuanya berubah," imbuh Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.
Sang pelatih juga mempertanyakan alasan Arab Saudi menjadi tuan rumah padahal secara peringkat FIFA berada di bawah Irak dan Qatar pada periode penunjukan tersebut.
"Tim-tim yang berperingkat lebih tinggi menjadi tuan rumah. Saya pikir kami akan menjadi tuan rumah karena Qatar berada di peringkat ke-53, Irak ke-57 dan Arab Saudi ke-58. Tetapi, entah bagaimana, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah," jelas Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.
Kondisi fisik pemain Indonesia turut menjadi perhatian Arnold mengingat jeda waktu antara kedatangan pemain dari luar negeri dengan jadwal sepak mula sangat sempit.
"Indonesia tiba pada hari Senin dan beberapa pemain mereka baru bergabung pada Selasa. Kemudian mereka langsung bermain melawan Arab Saudi pada hari Rabu. Kami bermain melawan Indonesia pada hari Sabtu dan menang," lanjut Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.
Ketimpangan jadwal istirahat antar tim menjadi poin utama keberatan Arnold, di mana tuan rumah mendapatkan waktu pemulihan yang jauh lebih panjang dibandingkan tim tamu.
"Sementara itu, Arab Saudi selaku tuan rumah mendapat istirahat enam sampai tujuh hari. Kemudian kami menghadapi Arab Saudi hanya dua atau tiga hari setelah pertandingan pertama kami," tutup Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.
Irak sendiri pada akhirnya memastikan satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Kepastian tersebut didapat setelah mereka berhasil menumbangkan Bolivia dengan skor akhir 2-1 dalam laga playoff antar konfederasi.