Pelatih tim nasional Irak Graham Arnold menilai pelaksanaan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memberikan ketidakadilan bagi Timnas Indonesia akibat perubahan mendadak pada regulasi penentuan lokasi pertandingan. Arnold mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sesi wawancara di kanal Youtube The Howie Games saat membahas persaingan di Grup B yang melibatkan Irak, Indonesia, dan Arab Saudi.
Kritik tersebut berfokus pada penunjukan Arab Saudi sebagai tuan rumah terpusat untuk Grup B, sementara Grup A dilangsungkan di Qatar. Menurut Arnold, keputusan ini sangat memengaruhi kondisi fisik dan waktu persiapan tim tamu dibandingkan dengan tim tuan rumah.
"Saya harus katakan bahwa saya menyayangkan hal yang terjadi terhadap Indonesia di grup kami karena itu benar-benar tidak adil. Sebab kita semua tahu [ronde keempat kualifikasi] bergulir di Qatar dan Arab Saudi," kata Graham Arnold, Pelatih Irak.
Arnold mengenang momen saat ia masih menjabat sebagai pelatih Australia dan mendapatkan informasi awal mengenai lokasi pertandingan. Ia menyebutkan bahwa rencana awal putaran keempat seharusnya dilaksanakan di lokasi netral sebelum akhirnya berubah menguntungkan negara dengan peringkat FIFA tertinggi.
"Ketika saya datang ke undian [kualifikasi], waktu itu saat masih melatih Australia, kami diberi tahu bahwa akan ada tempat netral [untuk putaran keempat]," ujarnya Graham Arnold, Pelatih Irak.
Meskipun peringkat FIFA Qatar, Irak, dan Arab Saudi sangat berdekatan di kisaran posisi 53 hingga 58, keputusan akhir tetap menetapkan Arab Saudi sebagai penyelenggara. Hal ini dinilai Arnold memberikan keuntungan signifikan bagi tim tuan rumah dari sisi waktu istirahat pemain.
"Kemudian ketika undian sudah dilaksanakan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi yang akan jadi tuan rumah [putaran keempat]. Saya berpikir 'Oh, itu bagus karena kami bisa jadi tuan rumah' karena Qatar peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Tapi entah bagaimana caranya, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah," ia menambahkan Graham Arnold, Pelatih Irak.
Arnold menyoroti perbedaan durasi pemulihan fisik yang sangat timpang antara Indonesia dengan Arab Saudi. Skuad Garuda disebutnya harus menjalani jadwal yang sangat padat dengan waktu persiapan yang sangat minim di antara dua pertandingan penting.
"Tentu Indonesia harus main dan siap-siap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu. Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami dan kami menang," ucap Graham Arnold, Pelatih Irak.
Penegasan mengenai ketimpangan jadwal ini juga menyangkut kondisi timnya sendiri. Sementara tim tuan rumah memiliki waktu istirahat yang hampir mencapai satu minggu, tim peserta lain hanya memiliki jeda waktu yang sangat singkat.
"Arab Saudi punya jeda enam atau tujuh hari. Sedangkan kami harus bertanding lagi dua hari setelah melawan Indonesia," ia menegaskan Graham Arnold, Pelatih Irak.
Berdasarkan hasil akhir klasemen Grup B, Arab Saudi berhasil mengamankan tiket langsung ke Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi pertama. Timnas Irak kemudian menyusul melalui jalur playoff antarkonfederasi setelah mengalahkan Bolivia, sementara Indonesia tersingkir di posisi terbawah.