Pep Guardiola Wajibkan Manchester City Tundukkan Bournemouth

Pep Guardiola Wajibkan Manchester City Tundukkan Bournemouth

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah menumbangkan Bournemouth demi menjaga peluang mempertahankan gelar juara Liga Inggris tetap terbuka hingga pertandingan pamungkas musim ini.

Pertandingan krusial pekan ke-37 tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa di Stadion Vitality, di mana kemenangan menjadi harga mati bagi The Blues untuk terus menempel ketat Arsenal di puncak klasemen sementara.

Langkah Manchester City dipastikan tidak akan mudah mengingat tuan rumah Bournemouth tengah berada dalam performa impresif di bawah arahan Andoni Iraola yang akan melakoni laga perpisahan di hadapan pendukungnya sendiri.

Tim berjuluk The Cherries itu saat ini memegang rekor tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan di Premier League, sebuah catatan kebangkitan yang diakui oleh Guardiola sebagai pencapaian luar biasa setelah kehilangan tiga pemain lini belakang mereka.

“Bournemouth, Bournemouth, Bournemouth,” kata sang pelatih ketika ditanya tentang pola pikirnya menjelang akhir musim.

Manajer asal Spanyol tersebut menyadari bahwa kegagalan meraih poin penuh di Stadion Vitality akan langsung menutup peluang juara bagi anak asuhnya pada musim ini.

“17 pertandingan tak unbeaten. Rekor ini luar biasa. Apa yang telah mereka lakukan dengan kehilangan tiga pemain di lini belakang dari musim lalu yang sukses dan kemudian mencatatkan 17 pertandingan tak terkalahkan sungguh luar biasa,” tambah sang manajer.

Guardiola juga mengingatkan memori buruk musim lalu saat anak asuhnya menelan salah satu kekalahan dan performa terburuk di kompetisi domestik ketika bertandang ke markas Bournemouth.

“Satu-satunya kesempatan kita adalah menang, jadi kita harus mengakhiri rekor itu, jika tidak, semuanya akan berakhir,” ujar Pep Guardiola.

Tantangan fisik juga membayangi skuad Manchester City yang hanya memiliki waktu persiapan selama tiga hari, berbanding terbalik dengan Bournemouth yang mengantongi waktu sepuluh hari istirahat.

“Pertandingan-pertandingan ini selalu sulit. Sejak tahun-tahun terakhir, pertandingan-pertandingan ini selalu berat,” tutur Pep Guardiola.

Tuan rumah sendiri masih mengusung motivasi tinggi untuk bisa menembus zona kompetisi Liga Champions pada akhir musim nanti.

“Musim lalu di Premier League, itu adalah salah satu kekalahan dan penampilan terburuk,” kata Pep Guardiola.

Kendati demikian, mantan pelatih Barcelona itu optimistis performa apik timnya saat babak perempat final musim lalu di stadion yang sama bisa terulang kembali.

“Pada saat yang sama, di perempat final musim lalu kami bermain sangat, sangat bagus. Kita akan lihat bagaimana penampilan kita besok,” ucap Pep Guardiola.

Target utama Manchester City adalah membawa persaingan gelar juara ke laga terakhir di Stadion Etihad di hadapan para pendukung sendiri saat menjamu Aston Villa.

“Kami punya tiga hari, mereka punya tem hari untuk mempersiapkan pertandingan,” cetat Pep Guardiola.

Guardiola menekankan bahwa timnya mengetahui secara pasti konsekuensi dan tugas yang harus diselesaikan tanpa perlu skenario yang rumit.

“Mereka bermain untuk lolos ke Liga Champions. Ketika Anda sampai di pertandingan terakhir dan lawan tidak bermain untuk apa pun, itu lebih mudah, tetapi bukan itu masalahnya,” ujar Pep Guardiola.

Di sisi lain, Arsenal dijadwalkan menjamu Burnley terlebih dahulu guna mempertahankan kendali atas nasib mereka sendiri dalam perburuan trofi juara.

“Itulah kenyataannya. Kami tahu persis apa yang harus kami lakukan. Itu tidak rumit, kami harus menang dan kemudian melawan Aston Villa,” kata Pep Guardiola.

Meskipun Burnley sudah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi, Guardiola meyakini bahwa setiap tim di Inggris akan selalu memberikan performa terbaik dan profesional hingga akhir.

“Yang kami inginkan hanyalah bersama orang-orang kami di akhir dan mencoba berjuang untuk gelar dan memperpanjangnya hingga Aston Villa. Untuk melakukan itu, kami perlu mengalahkan Bournemouth,” tutur Pep Guardiola.

Keyakinan tersebut didasari oleh contoh nyata dari tim-tim lain yang tetap tampil kompetitif dan mampu memetik poin maksimal meskipun posisi mereka di klasemen sudah aman.

“Di Inggris, tim-tim selalu akan melakukan yang terbaik,” tambah sang manajer.

Guardiola merujuk pada performa Leeds United yang mampu menahan imbang Tottenham Hotspur di laga tandang sebagai bukti sportivitas tim-tim Liga Inggris.

“Misalnya, Leeds sudah aman dan bermain serta berperilaku luar biasa di kandang Spurs dan berhasil meraih hasil imbang,” cetus Pep Guardiola.

Pertandingan terakhir Manchester City di kandang melawan Aston Villa juga direncanakan menjadi momentum uji coba kapasitas penuh perluasan tribune North Stand di Stadion Etihad setelah fase uji coba awal berjalan lancar.

“Semua tim melakukan yang terbaik untuk menang. Saya tidak ragu mereka akan berusaha,” pungkas Pep Guardiola.

Artikel terkait