Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membeli lukisan legenda tinju Indonesia Ellyas Pical senilai Rp50 juta dalam acara lelang pada ajang Pattimura International Big Fight 2026 di Senayan, Jakarta, Jumat (29/5).
Aksi kemanusiaan tersebut digelar untuk membantu meringankan biaya perawatan kesehatan Ellyas Pical yang sedang berjuang sembuh dari penyakit jantung sejak tahun lalu. Dilansir dari Detik Sport, sang mantan juara dunia kelas bantam junior Federasi Tinju Internasional (IBF) itu menghadiri langsung pertandingan dengan menggunakan kursi roda atas undangan promotor Nikolas Johan Kilikily.
Acara penyerahan lukisan dilakukan langsung di atas ring tinju dengan disaksikan oleh para penonton dan keluarga. Langkah kepedulian ini mendapatkan apresiasi mendalam dari pihak keluarga Ellyas Pical yang mendampingi sepanjang acara berlangsung.
"Saya dan Ellyas Pical mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang telah memberi respon luar biasa atas lelang lukisan," kata Rina Sihaaya, istri Ellyas Pical, dalam keterangan tertulis Sabtu (30/5/2026).
Istri legenda tinju tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada pihak promotor dan panitia selaku inisiator acara. Kehadiran Ellyas Pical di arena pertandingan diakui memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi kondisi kesehatannya.
"Begitu juga kepada Promotor Nikolas Kilikily serta panitia Pattimura International Big Fight 2026 sebagai inisiatornya. Mudah-mudahan kegiatan kepedulian ini terus dilakukan kepada petinju-petinju lainnya yang telah membawa harum nama bangsa dan negara," ujarnya.
Rina menambahkan bahwa suaminya merasa sangat bahagia dan dihargai melalui penghormatan yang diberikan oleh seluruh insan tinju nasional yang hadir malam itu. Rasa bahagia tersebut terlihat jelas saat Ellyas diminta untuk naik langsung ke atas ring tinju.
"Sangat merasa dihargai apalagi ketika harus diangkat ke atas ring. Aku tanya sama dia sebelum naik ke atas ring emang mau naik ke atas ring? Mau, mau aku enggak nyangka gitu ya. Dia mau banget gitu," ungkapnya.
Momen kembali ke atas ring ini diakui Rina menjadi pemacu motivasi yang sangat besar bagi Ellyas Pical untuk segera pulih dari sakit yang dideritanya. Kehadiran ini merupakan penampilan perdana sang legenda di muka publik setelah satu tahun fokus menjalani perawatan.
"Dia bilang cepat-cepat aku harus sembuh. Aku harus kembali ke atas ring itu. Alhamdulillah, jadi memacu banget memacu semangatnya untuk berada di atas ring lagi." kata Rina.
Semangat tinggi yang ditunjukkan Ellyas bahkan membuatnya melontarkan keinginan untuk kembali bertanding di arena tinju meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
"Bahkan dia bilang dia mau tinju lagi. Saya bilang enggak bisa karena dia sakit satu tahun yang lalu. Baru ini pertama kali dia pergi lagi ke acara evet tinju. Jadi terbakar banget semangatnya gitu," tuturnya.
Di sisi lain, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pelaksanaan lelang ini merupakan bentuk nyata penghormatan yang sudah sepatutnya diberikan kepada para pahlawan olahraga nasional.
"Jadi saya kira dengan kondisi Bung Ellyas Pycal yang demikian lalu mendapat dukungan, saya kira ini sesuatu yang baik ke depan," kata Hendrik.
Hendrik juga menyatakan pandangannya bahwa perhatian kesejahteraan dari pemerintah idealnya tidak hanya terbatas pada cabang olahraga tinju saja, melainkan mencakup seluruh atlet berprestasi internasional.
"Menurut saya bukan cuma petinju, tapi semua atlet yang pernah memiliki prestasi mengharumkan nama bangsa di event internasional mesti mendapat atensi yang pantas dan layak dari pemerintah." ujar Hendrik.
Gubernur Maluku berharap langkah nyata yang dilakukannya ini dapat menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk memberikan kepedulian serupa kepada para mantan atlet tanah air.
"Semoga bisa menginspirasi berbagai pihak yang lain untuk juga melakukan hal yang sama.Mari kita hargai atlet-atlet kita atau para olahragaan-olahragaan kita yang berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia dan membuat kami bangga sebagai bangsa sekali lagi." tegasnya.