Aktris Q'orianka Kilcher Gugat James Cameron Terkait Karakter Neytiri

Aktris Q'orianka Kilcher Gugat James Cameron Terkait Karakter Neytiri

Aktris dan aktivis keturunan Quechua-Huachipaeri, Q'orianka Kilcher, mengajukan gugatan hukum terhadap sutradara James Cameron, Disney, dan Lightstorm Entertainment di Pengadilan Distrik Amerika Serikat. Dilansir dari Detikcom, Kilcher menuduh pihak tergugat melakukan pencurian identitas biometrik wajahnya untuk menciptakan karakter utama Neytiri dalam waralaba film Avatar.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa fitur wajah Kilcher saat berusia remaja diekstraksi secara industri tanpa izin dari foto-foto promosi film The New World pada tahun 2005. Meskipun karakter Neytiri diperankan oleh aktris Zoe Saldaña melalui teknologi penangkap gerak, Kilcher menegaskan struktur dasar dan karakteristik unik wajah tersebut diambil dari miliknya.

Landasan hukum gugatan ini diperkuat oleh pernyataan James Cameron dalam sebuah wawancara tahun 2024 dengan kanal YouTube asal Prancis, Konbini. Saat itu, Cameron menunjukkan sketsa asli desain Neytiri dan mengakui sumber inspirasi visual karakter tersebut secara terbuka.

"Sumber untuk [sketsa] ini adalah sebuah foto yang ada di L.A. Times sebagai bagian dari promosi 'The New World'. Dia adalah aktris muda bernama Q'orianka Kilcher," ujar James Cameron, Sutradara.

Dalam video yang sama, Cameron menjelaskan lebih lanjut mengenai bagian spesifik dari sketsa yang ia buat berdasarkan wajah aktris tersebut. Ia memberikan penekanan pada anatomi wajah Kilcher yang dianggap menarik untuk pengembangan visual karakter Na'vi.

"Ini sebenarnya adalah bagian bawah wajahnya. Dia memiliki wajah yang sangat menarik," kata James Cameron, Sutradara.

Pihak penggugat juga mengungkap bukti berupa cetakan sketsa Neytiri berbingkai yang diberikan Cameron kepada Kilcher beberapa tahun setelah produksi. Sketsa tersebut disertai pesan tertulis dari sang sutradara yang mengagumi kecantikan Kilcher sebagai inspirasi awal namun menyayangkan kendala jadwal syuting sang aktris kala itu.

"Kecantikanmu adalah inspirasi awal saya untuk Neytiri. Sayang sekali saat itu kamu sedang syuting film lain. Lain kali ya," tulis James Cameron, Sutradara.

Kilcher menyatakan merasa bingung dengan catatan tersebut dan mengeklaim tidak pernah menerima tawaran kerja atau kompensasi meskipun telah berupaya menjalin komunikasi profesional. Melalui pengacaranya, Arnold P. Peter, Kilcher menyoroti kontradiksi moral dari film Avatar yang menggunakan narasi pembelaan masyarakat adat namun diduga mengeksploitasi mereka di balik layar.

"Hasilnya adalah sebuah waralaba film yang sangat menguntungkan dan mempresentasikan diri seolah-olah bersimpati pada perjuangan masyarakat adat, sementara secara diam-diam mengeksploitasi seorang pemuda Pribumi asli di balik layar," tulis Arnold P. Peter, Pengacara Q'orianka Kilcher.

Gugatan ini mencakup tuntutan ganti rugi atas pelanggaran hak publisitas dan penggunaan data biometrik yang tidak sah dari keuntungan global waralaba Avatar yang mencapai miliaran dolar. Hingga saat ini, pihak Disney, Lightstorm Entertainment, dan perwakilan James Cameron belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum ini.

Artikel terkait

Rekomendasi