Apple resmi menaikkan harga jual Mac Mini menjadi mulai dari US$799 atau sekitar Rp13 juta akibat krisis memori RAM yang dipicu oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Rabu (6/5/2026). Perangkat yang sebelumnya menjadi komputer paling terjangkau ini mengalami lonjakan harga setelah versi penyimpanan 256 GB dihentikan produksinya.
Dilansir dari Teknologi, posisi produk Mac termurah kini dialihkan kepada MacBook Neo yang dipasarkan dengan harga mulai dari US$599 sejak rilis Maret lalu. Keputusan Apple melakukan penyesuaian harga ini didorong oleh biaya komponen memori yang terus membengkak dan memberikan tekanan pada margin bisnis perusahaan.
Meskipun harganya naik, permintaan terhadap unit Mac Mini dan Mac Studio dilaporkan tetap tinggi karena kemampuan perangkat tersebut menjalankan teknologi AI secara lokal. Pengguna memanfaatkan kapasitas memori berkecepatan tinggi pada perangkat ini untuk mengoperasikan platform seperti OpenClaw di lingkungan rumahan.
CEO Apple, Tim Cook menjelaskan bahwa ketersediaan stok perangkat saat ini masih tertinggal dibandingkan dengan tingginya minat pasar terhadap model komputer desktop tersebut.
"Secara realistis, pada Mac mini dan Mac Studio, saya yakin akan membutuhkan beberapa bulan untuk mencapai keseimbangan pasokan-permintaan," ujar Tim Cook.
Lonjakan harga komponen seperti DRAM dan penyimpanan flash di pasar global menjadi faktor utama di balik perubahan strategi Apple. Kebutuhan besar infrastruktur server AI modern yang mencapai hitungan terabyte memicu kenaikan harga SSD dan memori hingga tiga kali lipat sejak awal tahun 2026.
Laporan dari The Register pada Rabu (6/5/2026) menunjukkan tren serupa pada lini iPhone Pro yang mengalami kenaikan harga US$100 setelah kapasitas standarnya ditingkatkan. Apple kini cenderung beralih menggunakan chip penyimpanan berkapasitas lebih besar untuk seluruh ekosistem produk terbarunya.