HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Imbas Tolak Promosi Film Dosa Penebusan

HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Imbas Tolak Promosi Film Dosa Penebusan

Rumah produksi HAS Pictures melayangkan somasi terhadap aktris Ratu Sofya. Langkah hukum ini diambil lantaran sang aktris enggan terlibat dalam kegiatan promosi film terbarunya yang berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan.

Produser HAS Pictures, Reza Aditya, mengungkapkan bahwa keengganan artis berusia 24 tahun tersebut dipicu oleh ketidaknyamanannya terhadap adegan dewasa atau sex scene di dalam film. Informasi ini dikutip dari Suara melalui tayangan di kanal YouTube Reyben Entertainment pada Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Reza Aditya, Ratu Sofya juga telah membicarakan keberadaannya dalam adegan dewasa tersebut melalui media sosial dan menyatakan rasa tidak nyamannya secara terbuka kepada publik.

"Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo gitu karena saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini gitu," tutur Reza Aditya.

Reza Aditya menambahkan bahwa pihak rumah produksi tidak bermaksud mengeksplorasi adegan dewasa tersebut secara berlebihan. Menurutnya, adegan tersebut dihadirkan karena memiliki landasan filosofis dan bagian penting dari jalinan cerita film.

"Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar gitu, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film, di karya kita. Enggak, ini ada filosofinya, ini ada ceritanya," paparnya.

Pihak produser membantah klaim Ratu Sofya mengenai ketidaknyamanan selama proses syuting serta ketidaktersediaan pemeran pengganti atau body double. Reza Aditya menegaskan bahwa sang aktris terlihat menikmati seluruh proses produksi di lapangan.

"Dia menyebut kalau tidak nyaman dan tidak disediakan body double gitu. Jelas itu bertentangan banget ya dengan fakta yang ada di lokasi," kata Reza.

Perwakilan tim produksi lainnya, Putri, memberikan klarifikasi mengenai penyediaan pemeran pengganti. Ia menyebutkan bahwa kru telah menyiapkan body double, namun ditolak langsung oleh Ratu Sofya.

"Dia enggak pernah mau pakai karena dia bilang, 'aku bisa kalau cuma kayak gitu aja' gitu sih," terang Putri.

Reza Aditya mengklaim suasana di lokasi syuting berlangsung kondusif dan menyenangkan, mulai dari tahapan casting, reading, hingga proses pengambilan gambar selesai dilakukan.

"Dari proses casting, reading dan syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting gitu," kata Reza.

Reza Aditya mengaku heran dengan perubahan sikap sang aktris setelah proses syuting selesai, terutama setelah Ratu Sofya menjalin hubungan asmara dengan seseorang.

"kok begitu sih kamu Dek? Ngomongnya beda ya? Di lokasi syuting juga beda, di podcast itu beda ketika kamu sudah menjalin hubungan sama yang ya seseorang itulah, gitu loh."

Pihak HAS Pictures menuntut Ratu Sofya untuk segera memenuhi kewajibannya dalam mempromosikan film tersebut secara profesional melalui kuasa hukum yang ditunjuk.

"Artinya kita menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika," tegas Takwa, pengacara HAS Pictures.

Rumah produksi menegaskan tidak akan segan-segan membawa kasus ini ke ranah hukum pidana jika somasi dan teguran yang diberikan tetap tidak diabaikan oleh sang aktris.

Sebelum munculnya somasi ini, Ratu Sofya sempat menghebohkan publik lewat sebuah video yang beredar pada Januari 2026. Dalam rekaman tersebut, ia menangis saat menjelaskan alasannya mengambil peran dalam adegan tidak pantas demi membiayai keluarganya.

"Gue harus main film yang ada adegan nggak pantesnya demi keluarga gue bisa dapet duit ratusan juta," kata Ratu dengan suara yang bergetar menahan tangis.

Namun, Ratu Sofya mengaku tidak pernah menerima uang hasil jerih payahnya tersebut karena seluruh pendapatan langsung masuk ke rekening orang tuanya selaku penandatangan kontrak kerja.

"Selama ini gue syuting, duit nggak ada di gue. Yang tanda tangan kontrak orang urea gue," ucap artis 22 tahun ini.

Ratu Sofya menerangkan bahwa seluruh uang hasil kerjanya habis digunakan untuk membiayai kehidupan banyak orang dalam waktu yang bersamaan, termasuk keluarga inti dan kerabat lainnya.

"Keluarga inti berenam, ada keluarga lain lagi yang harus gue kuliahin, yang harus gue obatin," kata Ratu Sofya.

Artikel terkait

Rekomendasi